Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela atas perintah Presiden Donald Trump. Para pejabat AS mengonfirmasi kepada CBS News, Sabtu (3/1/2026), Trump telah memerintahkan serangan di Venezuela, tidak lama setelah laporan mulai muncul tentang ledakan dan pesawat terbang rendah di ibu kota negara itu, Caracas, pada Sabtu pagi waktu setempat.
Awalnya, para pejabat AS hanya mengatakan, mereka mengetahui laporan tersebut.
Presiden Kolombia Gustavo Petro di Kolombia mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial ‘seseorang sedang membom Caracas saat ini’, tanpa menyebutkan siapa.
"Peringatan kepada seluruh dunia, mereka telah menyerang Venezuela dengan membom menggunakan rudal," katanya, menyerukan pertemuan PBB.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi, pemerintah Venezuela mengatakan mereka menolak dan mengecam kepada komunitas internasional agresi militer yang sangat serius oleh pemerintah AS.
Venezuela mengatakan, serangan itu menargetkan situs sipil dan militer di kota Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pemerintah berjanji untuk membela diri terhadap serangan yang tampak tersebut, dan menuduh AS berupaya melakukan perubahan rezim.
"Seluruh negeri harus aktif untuk mengalahkan agresi imperialis ini," bunyi pernyataan pemerintah. Mereka menambahkan seruan untuk segera mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
