Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam di tengah masa gencatan senjata yang belum genap berakhir. Presiden AS Donald Trump mengumumkan, militer negaranya telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade laut yang diberlakukan Washington.
Langkah ini langsung memicu respons keras dari Teheran. Pemerintah Iran menyatakan akan melakukan pembalasan atas tindakan yang mereka sebut sebagai bentuk pembajakan bersenjata, sehingga menimbulkan kekhawatiran gencatan senjata yang tersisa hanya hitungan hari bisa runtuh lebih cepat.
Situasi ini juga berdampak pada upaya diplomasi yang tengah diupayakan. Iran menegaskan tidak akan mengikuti putaran lanjutan perundingan damai yang sebelumnya direncanakan berlangsung sebelum masa gencatan senjata berakhir pada 21 April.
Di saat bersamaan, ketidakpastian di kawasan terus mengguncang pasar global. Blokade jalur energi utama dan eskalasi militer membuat harga minyak melonjak, sementara pasar keuangan merespons dengan tekanan signifikan.
