Jakarta, IDN Times - Di tengah arus globalisasi dan perkembangan industri yang semakin cepat, dunia menuntut generasi muda untuk memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa hari ini dituntut untuk berpikir lintas batas, memahami dinamika global, serta mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai latar budaya. Tanpa pengalaman global, lulusan perguruan tinggi akan semakin tertinggal dalam persaingan internasional.
Namun, akses terhadap pengalaman global tidak selalu mudah dijangkau oleh semua mahasiswa. Banyak yang masih memandang study abroad, kolaborasi internasional, atau exposure global sebagai sesuatu yang jauh dan sulit diwujudkan. Melihat tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan BINUS Asia Collaboration Corner sebagai ruang strategis yang menjembatani mahasiswa dengan berbagai peluang pengalaman internasional secara lebih dekat, terstruktur, dan inklusif.
“Binus Asia Collaboration adalah langkah nyata kami dalam membangun ekosistem pembelajaran tanpa batas. Kami ingin setiap Binusian memiliki peluang untuk connect, discover and learn lintas negara,” ujar Rektor BINUS University, Nelly dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (9/1/2026).
BINUS Asia Collaboration Corner hadir di Kampus Kemanggisan, Kampus Alam Sutera, dan Kampus Bekasi. Menurutnya, Corner tersebut sebagai ruang terbuka bagi mahasiswa untuk bertanya, mengeksplorasi, dan mempersiapkan langkah global mereka sejak dini.
"Melalui inisiatif ini, BINUS University mengajak generasi muda Indonesia untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman, memperluas cakrawala, dan memanfaatkan pengalaman global sebagai sarana untuk berkarya dan memberi dampak nyata. Karena mahasiswa dengan pengalaman global hari ini adalah talenta unggul yang akan membawa Indonesia lebih jauh di masa depan."
