Comscore Tracker

Kapal Ekspor Hewan Tenggelam di Tengah Topan, 41 Hilang dan 1 Tewas

Sebanyak 6.000 sapi ekspor tenggelam

Amami Oshima, IDN Times -  Kapal The Gulf Livestock 1 dinyatakan hilang di perairan Pulau Amami Oshima, Jepang, pada Rabu (02/09) lalu. Kapal sepanjang 139 meter ini membawa 6.000 sapi ekspor dan 43 awak kapal dari Selandia Baru menuju Tiongkok dengan estimasi perjalanan selama 17 hari. Menurut laporan The Japan Times, kapal buatan tahun 2002 ini hilang saat topan masyak yang mengakibatkan angin kencang, hujan deras, dan gelombang melintasi perairan tersebut.

Pengiriman ternak dilakukan oleh Australasian Global Exports, perusahaan eksportir asal Melbourne yang beroperasi di Australia dan Selandia Baru. Eksportir diyakini bertanggung jawab untuk mempekerjakan petugas logistik, dokter hewan, dan perusahaan pelayaran yang menyediakan awak kapal. Hingga saat ini, Direktur Pembelian Graeme Turner menolak untuk memberikan komentar terkait insiden ini.

1. The Gulf Livestock sempat lakukan panggilan darurat

Kapal Ekspor Hewan Tenggelam di Tengah Topan, 41 Hilang dan 1 TewasIlustrasi sapi ternak. Pexels/Pixabay.

Pada Rabu (02/09) malam, The Gulf Livestock mengalami kerusakan mesin ketika melintasi laut berombak di barat daya Jepang. Air segera membanjiri dek kapal dan membuat kapal berada dalam posisi miring yang sangat berbahaya. Kapal sempat membuat panggilan darurat sebelum tenggelam di pertengahan malam.

Jepang segera mengirimkan 3 pesawat patroli dan 4 kapal penjaga pantai setelah menerima panggilan darurat. Setelah hampir 24 jam melakukan pencarian, tim penyelamat menemukan salah satu awak kapal bernama Edwardo Sareno. Ia segera dirujuk ke rumah sakit pada Kamis (03/09) pagi dan saat ini dilaporkan dalam kondisi sehat.

"Ketika kapal terbalik, ada yang menginstruksikan untuk mengenakan baju pelampung. Saya langsung memakainya dan lompat ke dalam laut", jelas Sareno. Kepada penjaga pantai Jepang, Sareno mengaku bahwa sejak kapal terbalik hingga diselamatkan, ia tidak melihat awak kapal lainnya.

2. Satu awak kapal ditemukan tidak bernyawa

Kapal Ekspor Hewan Tenggelam di Tengah Topan, 41 Hilang dan 1 TewasFoto satelit yang menggambarkan adanya Topan Masysak (kanan bawah). Sumber: NASA.

Tim penyelamat menemukan satu awak kapal lainnya terombang-ambing di laut dan dalam keadaan tidak bernyawa. Awal kapal yang belum diidentifikasi ini ditemukan pada Jumat (04/09) pukul 06.30 pagi waktu setempat. Pencarian terhadap 41 korban lainnya masih terus dilakukan hingga saat ini. Dilansir dari The Guardian, pencarian korban diperkirakan akan terhambat akibat datangnya topan dahsyat selama akhir pekan.

"Kami bersama dengan awak kapal beserta keluarga mereka. Kami juga sangat menyesali matinya ternak yang berada di kapal. Saat ini, kami memantau situasi dan bekerja sama dengan semua pihak yang terkait dengan upaya penyelamatan. Kami berdoa semoga akan ada awak lain yang selamat", ucap juru bicara Gulf Navigation. 

3. Aktivis hewan mempertanyakan mengapa ekspor ternak hidup masih dilakukan

Kapal Ekspor Hewan Tenggelam di Tengah Topan, 41 Hilang dan 1 TewasIlustrasi kapal kargo. Pexels/David Dibert.

Jutaan hewan ternak hidup diekspor melalui jalur perairan setiap tahunnya dan menghasilkan keuntungan besar bagi negara penghasil daging seperti Australia dan Selandia Baru. Hal ini disayangkan oleh aktivis hewan yang mengatakan bahwa pengiriman hewan ternak memakan waktu yang lama dan sering kali melanggar peraturan ekspor hewan ternak yang telah ditetapkan.

Berdasarkan laporan para aktivis, pengiriman ternak biasanya menggunakan kapal kargo yang disulap menjadi kandang dan tidak memenuhi standar kesejahteraan hewan ternak. Akibatnya, hewan ternak saling berdesak-desakan karena tempat yang terbatas dan mempermudah penularan penyakit selama perjalanan.

Safe selaku organisasi yang memperjuangkan hak hewan asal Selandia Baru menggambarkan peristiwa ini sebagai risiko ketika mengekspor ternak hidup. "Sapi-sapi ini seharusnya tidak pernah ke laut", ucap Manajer Kampanye Marianne Macdonald. "Ini merupakan krisis yang benar-benar terjadi, namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa perdagangan hewan ternak hidup masih dibiarkan berlanjut", imbuh Macdonald. Dalam kesempatan ini, ia juga turut menyampaikan simpati terhadap keluarga awak kapal.

Dikutip dari The New York Times, kejadian ini bukanlah peristiwa pertama yang menewaskan ribuan hewan ternak ekspor. Pada bulan November lalu, sebuah kapal kargo yang disulap menjadi kandang ternak terbalik di Laut Hitam dan membuat lebih dari 15.000 domba yang diangkutnya tenggelam.

Baca Juga: Berenang Bersama 4 Temannya, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo

Aviliani Vini Photo Verified Writer Aviliani Vini

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya