Jakarta, IDN Times - Badai salju menerjang Amerika Serikat (AS), menyebabkan pemadaman listrik dan pembatalan penerbangan secara massal. Sedikitnya tujuh orang juga dilaporkan tewas selama cuaca ekstrem tersebut.
Badan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan bahwa salju, es, dan hujan beku menciptakan kondisi mengancam jiwa, mulai dari negara bagian Texas hingga New England, dan diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa hari ke depan. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, lebih dari 1 juta rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan lebih dari 10 ribu penerbangan dibatalkan.
Badai salju ini diperkirakan berdampak pada sekitar 180 juta warga Amerika atau lebih dari separuh populasi negara tersebut. Hampir separuh negara bagian telah menetapkan status darurat, sementara sekolah-sekolah di seluruh negeri meniadakan kegiatan belajar mengajar.
“Salju dan es ini akan mencair dengan sangat, sangat lambat dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga akan menghambat upaya pemulihan,” kata Allison Santorelli, ahli meteorologi NWS, kepada CBS News.
