Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Badai Salju Besar Batalkan 13 Ribu Penerbangan di AS

Badai Salju Besar Batalkan 13 Ribu Penerbangan di AS
Ilustrasi bandara (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Badai musim dingin besar ganggu 13 ribu penerbangan di AS, membentang dari Texas hingga New England
  • Badai salju pecahkan rekor pembatalan penerbangan sejak pandemi di AS, lebih dari 5.000 penerbangan dibatalkan
  • Badai musim dingin sebabkan pemadaman listrik massal, 120 ribu rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badai musim dingin besar melanda wilayah Amerika Serikat (AS), memaksa pembatalan ribuan penerbangan di berbagai bandara utama. Badai tersebut membentang dari Texas hingga New England, menimbulkan gangguan besar terhadap jadwal perjalanan udara di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah negara itu.

Otoritas penerbangan dan maskapai memperingatkan bahwa jumlah pembatalan penerbangan masih dapat meningkat seiring badai terus bergerak ke arah timur laut dan membawa salju tebal, angin kencang, serta suhu beku.

1. Badai musim dingin terburuk dalam beberapa tahun ganggu 13 ribu penerbangan di AS

Badai musim dingin besar yang melanda AS disebut sebagai salah satu yang paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Badai ini membentang lebih dari 2.000 mil, dari Texas bagian timur hingga wilayah New England, membawa salju lebat, lapisan es, dan angin kencang yang mengancam hampir 180 juta penduduk.

Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, hampir 13 ribu penerbangan di seluruh Amerika dibatalkan antara 24 hingga 26 Januari 2026. Hanya di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth, lebih dari 700 penerbangan dihentikan pada Sabtu (24/1/2026). Gangguan serupa terjadi di sejumlah bandara besar termasuk Chicago, Atlanta, Nashville, Charlotte, dan Washington, dengan tingkat pembatalan mencapai 50–60 persen di pusat penerbangan seperti Dallas Love dan Memphis.

Meteorolog National Weather Service, Allison Santorelli, memperingatkan bahwa dampak badai ini dapat berlangsung lama.

“Salju dan es akan mencair sangat lambat dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga akan menghambat upaya pemulihan,” ujarnya, dilansir Bloomberg.

Gangguan ini menjadi yang paling parah sejak penutupan sebagian pemerintahan AS pada 2025, yang menyebabkan kekurangan staf pengatur lalu lintas udara. Kondisi tersebut kini memperburuk kesulitan koordinasi di tengah cuaca ekstrem berskala nasional.

2. Badai salju pecahkan rekor pembatalan penerbangan sejak pandemi di AS

Jumlah pembatalan penerbangan akibat badai musim dingin besar di AS mencapai puncaknya pada Minggu (25/1), dengan lebih dari 5.000 penerbangan dibatalkan, menurut data lembaga pelacakan penerbangan Cirium. Angka ini melampaui rekor pembatalan sejak masa pandemi Covid-19.

Seluruh penerbangan pada Sabtu (24/1) dibatalkan di Bandara Internasional Will Rogers, Oklahoma City, sementara hampir semua jadwal keberangkatan di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington, juga ikut dibatalkan pada Minggu (25/1). Maskapai besar seperti Delta, American Airlines, United, dan Southwest mengeluarkan kebijakan weather waiver hingga 30 Januari 2026, yang memungkinkan penumpang mengganti jadwal tanpa biaya tambahan.

Beberapa maskapai juga memindahkan kru dan pesawat untuk mempercepat pemulihan operasi. Delta bahkan secara proaktif menempatkan puluhan ribu penumpang pada penerbangan alternatif sebelum badai tiba. Meteorolog dari NOAA’s Weather Prediction Center, Josh Weiss menjelaskan, badai kali ini luar biasa karena cakupannya yang sangat luas.

“Ada dua hal yang membuat badai ini unik. Pertama adalah penyebarannya yang luar biasa luas, sekitar 2.000 mil wilayah AS terdampak salju, hujan es, dan hujan beku,” ujarnya, dilansir Al Jazeera.

3. Badai musim dingin sebabkan pemadaman listrik massal

Badai musim dingin besar juga menyebabkan sekitar 120 ribu rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik, termasuk sekitar 50 ribu di Texas dan Louisiana. Pohon-pohon yang tertimbun lapisan es menyebabkan kabel listrik roboh, sementara jalan raya utama terganggu akibat kondisi licin dan jarak pandang terbatas.

Lebih dari selusin gubernur, termasuk Gubernur Texas Greg Abbott, telah menyatakan status darurat dan mengimbau warga untuk tetap berada di rumah hingga kondisi membaik. Presiden Donald Trump juga menyetujui deklarasi darurat federal untuk sejumlah negara bagian yang terdampak, sementara Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menempatkan tim penyelamat di berbagai wilayah terdampak untuk mempercepat respons bencana.

“Kami hanya meminta semua orang untuk bertindak bijak. Tetap di rumah jika memungkinkan,” ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Daftar Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini di Pegadaian

25 Jan 2026, 15:25 WIBBusiness