Jakarta, IDN Times – Penutupan jalur di Selat Hormuz kini tak hanya memicu ketegangan geopolitik, tetapi juga mengancam ketahanan pangan dunia. Perairan tersebut menjadi jalur utama distribusi bahan bakar dan komponen penting pupuk global karena negara-negara Teluk memanfaatkan gas alam untuk memproduksi amonia dan urea, sementara hampir separuh sulfur dunia untuk bahan baku pupuk fosfat dikirim melalui selat itu, dilansir News AZ.
Dampaknya langsung terasa di negara-negara Afrika yang bergantung pada pupuk impor. Data asosiasi produsen gandum Afrika Selatan, Grain SA, menunjukkan harga amonia melonjak lebih dari 75 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan harga urea ikut naik sekitar 60 persen sehingga tekanan terhadap petani makin berat.
