Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bangun Pemukiman Baru, Israel Siap Caplok 100 Wilayah di Tepi Barat Palestina
potret peta wilayah Tepi Barat (commons.wikimedia.org/B1mbo)
  • Kelompok pemukim Israel berencana mengambil alih 100 titik di Tepi Barat untuk membangun pemukiman baru, dengan peta wilayah yang memisahkan area Palestina dan area pemukiman Israel.
  • Rencana pencaplokan Area A yang merupakan wilayah otoritas Palestina menuai kecaman keras karena dianggap melanggar hukum internasional dan Perjanjian Oslo 1995.
  • Dalam beberapa bulan terakhir, aksi pencaplokan di Tepi Barat meningkat, termasuk pengambilalihan situs arkeologi di Lembah Yordania untuk dijadikan destinasi wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok pemukim Israel yang terdiri dari Settler Farms Association dan Havat (Farms) Forum bersiap untuk mengambil alih 100 titik wilayah yang ada di Tepi Barat, Palestina, untuk membangun pemukiman baru. Kabar tersebut disampaikan oleh media Israel, Israel Hayom, pada Senin (29/6/2026).

Israel Hayom menjelaskan bahwa Settler Farms Association dan Havat (Farms) Forum juga akan segera membuat peta terkait wilayah di Tepi Barat yang akan diambil alih. Ini bertujuan untuk memisahkan secara jelas wilayah Tepi Barat yang dihuni warga Palestina dan yang akan diambil alih untuk dijadikan pemukiman baru untuk warga Israel.  

1. Rencana pengambilalihan wilayah Tepi Barat sudah disampaikan ke Pemerintah Israel

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Kelompok pemukim Israel juga sudah menyampaikan pengambilalihan wilayah di Tepi Barat ke para pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Namun, hingga saat ini, belum ada respons lebih lanjut soal rencana tersebut.

Wilayah Tepi Barat yang akan diambil untuk dijadikan pemukiman baru bagi warga Israel adalah Area A. Berdasarkan Perjanjian Oslo 1995, wilayah itu merupakan milik otoritas Palestina yang tidak boleh diganggu gugat. Oleh karena itu, rencana pemukim Israel untuk mencaplok Area A di Tepi Barat dikecam keras oleh warga Palestina yang tinggal di sana. Mereka menganggap tindakan itu telah melanggar hukum internasional.

2. Palestina menyebut pengambilalihan wilayah di Tepi Barat langkah berbahaya

potret warga Palestina (pexels.com/Musa Alzanoun)

Ketua Anti-Wall and Settlement Committee yang berafiliasi dengan Palestine Liberation Organization (PLO), Muayyad Shaaban, mengatakan, rencana pemukim Israel untuk mencaplok Area A di Tepi Barat merupakan langkah berbahaya. Sebab, ia menilai langkah tersebut akan membuat semua warga di Tepi Barat terusir secara perlahan. Pemukim Israel terus mengambil alih wilayah di Tepi Barat hingga akhirnya warga yang tinggal di sana tidak punya wilayah lagi untuk ditinggali.

Oleh karena itu, Shaaban meminta pemukim Israel untuk menghormati Perjanjian Oslo 1995 soal Tepi Barat. Sebab, perjanjian itu sudah secara jelas mengatakan bahwa Tepi Barat, termasuk Area A, adalah wilayah milik otoritas Palestina yang tidak bisa dan tidak boleh diambil alih oleh pihak mana pun, termasuk Israel. Ia juga meminta para pemukim Israel untuk menghormati batas-batas wilayah antara Israel dan Palestina agar tidak terjadi konflik berkelanjutan. 

3. Pencaplokan wilayah di Tepi Barat meningkat

potret Kota Qalqilya, Tepi Barat, Palestina (pexels.com/abu adel)

Dalam beberapa bulan terakhir, pencaplokan wilayah di Tepi Barat dilaporkan meningkat. Sebab, para pemukim Israel kerap mengambil alih sejumlah wilayah di Tepi Barat secara tidak bertanggung jawab hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi mereka. 

Pada awal Juni lalu, misalnya, pemukim Israel mengambil paksa situs arkeologi Palestina yang ada di Lembah Yordania, Tepi Barat. Langkah ini dilakukan karena mereka ingin menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat wisata. Pemerintah Israel juga dikabarkan akan segera merehabilitasi situs arkeologi di Lembah Yordania agar bisa menjadi tempat wisata yang lebih nyaman.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article