Pada awal Juni lalu, misalnya, pemukim Israel mengambil paksa situs arkeologi Palestina yang ada di Lembah Yordania untuk dijadikan tempat wisata dadakan. Selain itu, mereka juga mengisi kolam bersejarah yang ada di wilayah itu untuk memikat pemukim Israel lainnya agar mau berkunjung.
Pemukim Israel Caplok Lahan di Tepi Barat, Mau Bikin Tempat Wisata

- Pemukim Israel mencaplok lahan di Tepi Barat, termasuk situs arkeologi Palestina di Lembah Yordania, untuk dijadikan tempat wisata dan menarik pengunjung lewat media sosial.
- Peningkatan pencaplokan lahan oleh pemukim Israel terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan ekonomi melalui pembangunan proyek wisata di tanah milik warga Palestina.
- Pengamat menilai aksi ini sebagai upaya mengusir warga Palestina dari Tepi Barat, terlihat dari perusakan lahan pertanian dan klaim wilayah sebagai teritorial Israel.
1. Pemukim Israel mempromosikan situs wisata dadakan di WhatsApp

Seorang pemukim Israel mengaku berupaya menggaet pengunjung datang ke situs arkeologi Palestina di Lembah Yordania lewat sebuah grup di media sosial WhatsApp. Di grup tersebut, mereka mengajak pemukim Israel lainnya untuk menikmati keindahan yang ada di sana. Ia juga menyebut Pemerintah Israel akan segera merehabilitasi situs arkeologi di Lembah Yordania agar bisa menjadi tempat wisata yang lebih nyaman.
“Kita memiliki permata di jantung Lembah Yordania yang hampir semua pihak. Kepala Dewan Israel, David Elhayani dan Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, ingin merehabilitasi dan mengembangkannya. Begitu pula seluruh wilayah tersebut. Siapa pun yang bisa, sebaiknya datang untuk mendaki, mengunjungi, dan terutama berkemah di dekat kolam mulai besok pagi," kata pemukim Israel kepada Haaretz, Sabtu (27/6/2026).
2. Pencaplokan lahan di Tepi Barat meningkat

Pencaplokan lahan di Tepi Barat ini menuai respons dari sejumlah pengamat Palestina. Mereka mengatakan, selama beberapa bulan terakhir, jumlah pemukim Israel yang melakukan pengambilan lahan di Tepi Barat telah meningkat. Mereka mengambil lahan di Tepi Barat untuk sejumlah alasan, terutama untuk menguntungkan diri sendiri. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan lahan itu sebagai tempat wisata yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang setiap harinya.
“Banyak dari proyek-proyek ini dibangun di atas tanah yang secara historis dimiliki, diolah, atau digunakan oleh warga Palestina. Aksi ini sering kali disertai dengan pembangunan infrastruktur, penyitaan tanah, pembatasan pergerakan warga Palestina, dan peningkatan kehadiran pemukim,” kata Ameer Dawood, Direktur Jenderal Dokumentasi dan Publikasi di Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina kepada The New Arab.
3. Pemukim Israel ingin mengusir warga Palestina dari Tepi Barat

Menurut sejumlah pengamat, pencaplokan lahan di Tepi Barat ini merupakan salah satu upaya Israel untuk mengusir warga Palestina. Sebab, pemukim Israel memang tidak mau warga Palestina menempati wilayah itu. Mereka menganggap Tepi Barat adalah wilayah teritorial Israel, bukan Palestina.
Pada 20 Juni lalu, pemukim Israel juga berbuat ulah di Tepi Barat. Kala itu, mereka merusak lahan pertanian milik warga Palestina di Desa Sinjil, Tepi Barat. Dalam sebuah video di internet, terlihat sejumlah pemukim Israel membawa hewan ternak yang terdiri dari beberapa kambing ke kebun warga Palestina di Sinjil. Mereka kemudian membiarkan kambing-kambing itu memakan semua tanaman pertanian yang sudah ditanam warga Palestina di sana.


















