Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir bandang yang melahap ratusan rumah.
ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Pok Rie)

Intinya sih...

  • Banjir bandang menyebabkan 18 orang tewas dan ribuan warga mengungsi

  • Lebih dari 5.500 hewan ternak mati, lahan pertanian terendam banjir

  • Hujan deras dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir, status darurat bencana digunakan untuk tanggap darurat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat bencana pada Selasa (11/2/2026). Dilansir The Strait Times, status ini ditetapkan imbas banjir bandang yang sedang terjadi di sana. 

Menurut otoritas setempat, banjir bandang di Kolombia sudah menewaskan 18 orang. Badan Penanggulangan Bencana Kolombia awalnya melaporkan bahwa korban tewas berjumlah 22 orang. Namun, laporan tersebut diralat.

Di sisi lain, ribuan warga juga terpaksa mengungsi di peternakan sapi di Kolombia utara karena rumahnya terendam banjir. Tercatat, ada lebih dari 4.300 rumah di Kolombia yang tidak bisa ditinggali lagi karena terendam banjir. 

1. Banjir bandang juga membuat ribuan hewan ternak mati

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Lam Tran)

Menurut otoritas Kolombia, banjir bandang ini juga menyebabkan lebih dari 5.500 hewan ternak mati. Hewan-hewan tersebut mati karena kandang mereka tergenang debit air yang tinggi imbas banjir. Pemilik ternak juga tIdak bisa menyelamatkan hewan ternaknya karena terlalu berbahaya. 

"Banyak hewan yang mati karena tenggelam. Situasinya kritis. Apa yang akan terjadi tampaknya cukup serius," kata salah satu korban banjir di wilayah Lorica, Edwin Orozco, seperti dilansir France 24.

Selain hewan ternak, bencana ini juga berdampak pada lahan pertanian di beberapa wilayah di Kolombia. Banyak lahan pertanian di Kolombia yang terendam banjir sehingga menyebabkan gagal panen. 

2. Banjir disebabkan hujan deras dalam beberapa hari terakhir

ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)

Banjir bandang di Kolombia ini disebabkan hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Banjir ini melanda sejumlah negara bagian, yakni Cordoba, La Guajira, Sucre, Magdalena, Choco, dan Antioquia. 

Wilayah yang paling terdampak adalah Kota Monteria di Negara Bagian Cordoba. Bahkan, Gubernur Cordoba, Erasmos Zuleta, mengatakan 80 persen wilayahnya sudah terendam banjir.

Sungai dan bendungan yang ada di Monteria meluap dan membanjiri wilayah di sekitarnya. Ini terjadi karena sungai dan bendungan itu tidak mampu menahan tingginya debit air yang dihasilkan dari hujan deras selama beberapa hari terakhir. Tercatat, ada lebih dari 150.000 warga di sana yang terdampak banjir. 

"Kami kehilangan segalanya, semua barang-barang kami. Kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Memang selalu hujan, tetapi hanya sedikit. Maksudku, tidak seperti sekarang," jelas salah satu korban banjir di Cordoba, Enid Gomez. 

3. Status darurat bencana digunakan untuk melakukan aksi tanggap darurat dengan cepat

ilustrasi status darurat bencana (unsplash.com/Jake Espedido)

Status darurat yang ditetapkan pemerintah Kolombia bisa digunakan untuk melakukan tanggap darurat bencana dengan cepat. Sebab, dengan adanya status ini, Presiden Gustavo Petro bisa langsung mengambil kebijakan tanggap darurat tanpa persetujuan parlemen. 

Saat ini, petugas penyelamat masih berupaya mengevakuasi para warga dan korban hilang. Operasi tersebut agak sedikit sulit dilakukan karena kondisi banjir yang belum mereda. Meski begitu, pemerintah Kolombia berjanji akan mengevakuasi para warga dan memberikan mereka bantuan secepatnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team