Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekuador Naikkan Tarif Pengiriman Minyak Kolombia hingga 900 Persen

Presiden Ekuador, Daniel Noboa Azin. (flickr.com/presidenciaecuador)
Presiden Ekuador, Daniel Noboa Azin. (flickr.com/presidenciaecuador)
Intinya sih...
  • Kolombia diharuskan membayar tarif tinggi untuk pengiriman minyak.
  • Noboa sebut Kolombia tinggalkan perbatasan Ekuador.
  • Belum ada langkah konkret untuk sudahi ketegangan Kolombia-Ekuador.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekuador resmi menaikkan tarif pengiriman minyak Kolombia lewat sistem pipanya pada Selasa (27/1/2026). Keputusan ini memperburuk perang dagang antara kedua negara Amerika Selatan tersebut. 

Sebelumnya, Kolombia sudah menghentikan ekspor listrik ke Ekuador sebagai balasan atas kenaikan tarif impor 30 persen. Namun, Bogota menyebut langkah itu untuk mengamankan pasokan listrik dalam negeri. 

Hubungan kedua negara memanas imbas tudingan Ekuador bahwa Kolombia tidak mau bekerja sama menjaga perbatasan. Quito menyebut Bogota tidak membantu dalam menanggulangi penyelundupan narkoba. 

1. Kolombia diharuskan membayar tarif tinggi untuk pengiriman minyak

ilustrasi bendera Kolombia
ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)

Keputusan kenaikan tarif pengiriman minyak mentah asal Kolombia ini akan berlaku mulai 1 Februari 2026. Dengan ini, pengiriman minyak mentah lewat pipa milik negara Ekuador, Trans-Ecudorian Oil Pipeline System (SOTE) naik 900 persen dari 3 dollar AS (Rp50 ribu) menjadi 30 dolar AS (Rp502 ribu). 

Dilansir The City Paper, Menteri Lingkungan dan Energi Ekuador, Ines Manzano menyebut, kenaikan ini berlaku bagi perusahaan milik negara Ecopetrol dan swasta di Kolombia. Pada November 2025, Ekuador sudah mengirimkan 10.300 barel per hari minyak asal Kolombia. 

Selain kebijakan ini, Ekuador juga akan menetapkan biaya baru bagi pengiriman minyak mentah lewat Oleoducto de Crudos Pesados (OCP). Keputusan ini sebagai balasan atas penangguhan ekspor listrik ke Ekuador. 

2. Noboa sebut Kolombia tinggalkan perbatasan Ekuador

Presiden Ekuador, Daniel Noboa Azin. (flickr.com/presidenciaecuador)
Presiden Ekuador, Daniel Noboa Azin. (flickr.com/presidenciaecuador)

Pada saat yang sama, Presiden Ekuador, Daniel Noboa mengatakan bahwa Kolombia sudah meninggalkan perbatasan dengan negaranya begitu saja. Alhasil, kasus kekerasan dan penyelundupan narkoba terus meningkat di Ekuador. 

“Buktinya sudah kami konfirmasi dengan naiknya penyelundupan narkoba yang beroperasi di teritori negara tetangga. Kami sudah menangkap pelaku dengan nama samaran Pipo, Fenix, dan Viche yang berada di penjara. Semuanya warga Kolombia,” ungkapnya, dilansir Deutsche Welle.

Presiden sayap kanan itu menyebut kenaikan tarif ini penting bagi Ekuador. Sebab tarif itu akan digunakan sebagai kompensasi untuk menginvestasikan pada pengamanan perbatasan Kolombia. 

3. Belum ada langkah konkret untuk sudahi ketegangan Kolombia-Ekuador

Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)
Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)

Hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan kedua negara. Menteri Luar Negeri Ekuador, Gabriela Sommerfeld menyebut Kolombia sudah menjadwalkan pertemuan pada 25 Februari untuk membahas tarif. 

Sementara itu, Ekuador meminta agar pertemuan itu dilakukan pekan ini. Sayangnya, Kolombia masih sibuk mempersiapkan soal kunjungan Presiden Kolombia, Gustavo Petro ke Amerika Serikat (AS) pada 3 Februari mendatang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Ekuador Naikkan Tarif Pengiriman Minyak Kolombia hingga 900 Persen

28 Jan 2026, 23:43 WIBBusiness