Jakarta, IDN Times - Kesultanan Oman pada Senin (24/3/2026) mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah korban jiwa akibat cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah strategis dalam 24 jam terakhir. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi tersapu banjir bandang di wilayah Wilayat Barka dan Al-Maawil. Banjir tersebut meluap dari sejumlah lembah setelah hujan lebat melumpuhkan aktivitas warga.
Bencana alam ini memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh tim darurat nasional. Meskipun terkendala jarak pandang yang terbatas dan arus air yang sangat kuat, petugas berhasil mengevakuasi puluhan warga yang terjebak. Tim dari Otoritas Pertahanan Sipil dan Ambulans (CDAA) hingga kini masih bersiaga penuh di lokasi rawan untuk menangani dampak banjir.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir ini juga memutus sejumlah rute transportasi utama dan merendam kawasan pemukiman, khususnya di Provinsi Batinah Selatan dan sekitarnya. Pihak berwenang terus berupaya memulihkan kondisi di wilayah-wilayah terdampak sambil mengimbau warga untuk tetap waspada.
