bendera Mozambik (unsplash.com/Mister Paps)
Cuaca ekstrem tidak hanya menghantam Afrika Selatan, tapi juga negara tetangga seperti Mozambik dan Zimbabwe. Total kematian di kawasan Afrika bagian selatan dilaporkan telah melampaui 100 orang sejak hujan intensif dimulai akhir tahun lalu.
Mozambik menjadi wilayah dengan dampak kemanusiaan paling parah di mana lebih dari 173 ribu warga terdampak secara langsung. Banyak warga terisolasi akibat meluapnya sungai-sungai besar dan terpaksa bertahan hidup di atas atap rumah atau pepohonan sambil menunggu evakuasi.
Sebuah kisah memilukan muncul dari provinsi Gaza, di mana seorang wanita harus melahirkan dalam kondisi darurat di atas atap rumah. Keluarga wanita itu terjebak banjir selama empat hari tanpa akses ke bantuan medis maupun logistik.
"Kami sudah di sini selama 4 hari. Keponakan saya lahir kemarin sekitar jam 11 malam, dan kami masih belum mendapatkan bantuan apa pun untuk bayi dan ibunya," tutur kerabat korban, Chauna Macuacua, dilansir France 24.
Bencana di Mozambik turut menimpa delegasi pejabat dari Afrika Selatan yang sedang berkunjung. Sebuah kendaraan yang membawa pejabat pemerintah kota Ekurhuleni, Andile Mngwevu, tersapu banjir bandang di wilayah Chokwe, sekitar 200 kilometer dari Maputo. Hingga kini, nasib Mngwevu dan penumpang lainnya belum diketahui.