Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Bensin Afrika Selatan Turun ke Level Terendah dalam Empat Tahun

Harga Bensin Afrika Selatan Turun ke Level Terendah dalam Empat Tahun
Bendera Afrika Selatan (unsplash.com/Kathrine Heigan)
Intinya sih...
  • Harga bensin dan solar Afrika Selatan turun signifikan
  • Penguatan rand dan turunnya harga minyak dunia jadi pemicu utama penurunan harga bahan bakar
  • Penurunan harga bahan bakar bantu redam inflasi dan biaya hidup
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga bensin di Afrika Selatan dipastikan turun ke level terendah dalam hampir empat tahun, seiring dengan anjloknya harga minyak mentah global dan penguatan nilai tukar rand terhadap dolar AS. Penurunan harga ini akan mulai berlaku pada Rabu (7/1/2026), dan diharapkan dapat memberikan ruang napas bagi rumah tangga serta pelaku usaha, khususnya di provinsi-provinsi utama, yang merupakan pusat ekonomi negara tersebut.

Kementerian Sumber Daya Mineral dan Energi Afrika Selatan menyebut, tren global harga energi serta stabilitas mata uang domestik menjadi faktor utama yang mendorong penurunan biaya bahan bakar dalam negeri.

1. Harga bensin dan solar Afrika Selatan turun signifikan

Kementerian Sumber Daya Mineral dan Energi Afrika Selatan mengumumkan bahwa harga eceran bensin 95 oktan akan turun sebesar 3 persen menjadi 20,75 rand (Rp21 ribu) per liter di Provinsi Gauteng, mulai berlaku pada Rabu (7/1). Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui surat elektronik pada Minggu (4/1), kementerian menyebut penyesuaian tersebut menempatkan harga bensin pada titik terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

“Harga bensin Afrika Selatan akan turun ke level terendah dalam hampir empat tahun, seiring penurunan harga minyak mentah global dan penguatan nilai tukar rand,” tulis pernyataan kementerian, dikutip Bloomberg.

Selain bensin, pemerintah juga menurunkan harga grosir solar sebesar sekitar 7 persen, memberikan manfaat langsung bagi sektor transportasi dan logistik. Harga solar akan dipangkas hingga lebih dari 1,37 rand (Rp1,3 ribu) per liter, yang dinilai sebagai langkah signifikan untuk menekan biaya distribusi barang dan menjaga stabilitas harga konsumen.

2. Penguatan rand dan turunnya harga minyak dunia jadi pemicu utama penurunan harga bahan bakar

Penurunan harga bensin dan solar di Afrika Selatan dipicu oleh kombinasi dua faktor utama, yakni melemahnya harga minyak mentah dunia dan penguatan mata uang rand terhadap dolar AS. Koreksi harga minyak global dalam beberapa pekan terakhir telah menurunkan biaya impor bahan bakar, sehingga mendorong penyesuaian harga di pasar domestik.

Data dari Kementerian Sumber Daya Mineral dan Energi menunjukkan bahwa apresiasi rand terhadap dolar turut menekan komponen biaya dasar bahan bakar, termasuk untuk bensin, solar, dan minyak tanah.

“Para pengendara kemungkinan akan mendapat sedikit kelegaan pada Januari 2026 berkat penguatan rand dan penurunan harga minyak dunia,” ujar seorang analis energi.

3. Penurunan harga bahan bakar bantu redam inflasi dan biaya hidup

Penurunan harga bensin dan solar di Afrika Selatan diharapkan dapat membantu menahan laju inflasi yang sebelumnya telah turun ke level terendah dalam lebih dari empat tahun. Inflasi konsumen tahunan pada Oktober 2024 merosot menjadi 2,8 persen, dengan turunnya harga bahan bakar menjadi salah satu faktor utama perlambatan tersebut.

Penyesuaian harga merupakan kabar baik bagi kestabilan inflasi dan biaya hidup rumah tangga, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan transportasi. Tren tersebut berpotensi meringankan beban anggaran rumah tangga dan menekan biaya distribusi barang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Strategi Investasi TikTok yang Masuk Akal Menurut Ahli

06 Jan 2026, 14:20 WIBBusiness