Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Tuduh Afrika Selatan Abaikan Perintah untuk Pulangkan Kapal Perang Iran

Bendera Afrika Selatan (pexels.com/Engin Akyurt)
Bendera Afrika Selatan (pexels.com/Engin Akyurt)
Intinya sih...
  • AS bandingkan protes Iran dengan perjuangan damai Afrika Selatan
  • Afrika Selatan buka penyelidikan internal
  • Latihan angkatan laut Peace Resolve melibatkan negara-negara anggota aliansi ekonomi negara berkembang besar, termasuk kapal perang Rusia, China, dan Iran.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesAmerika Serikat (AS) pada Kamis (15/1/2026) melontarkan tudingan terbuka terhadap Kementerian Pertahanan Afrika Selatan yang disebut tidak menjalankan arahan pemerintah pusat untuk memulangkan kapal perang Iran dari latihan angkatan laut di perairannya. Tuduhan tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS di Pretoria melalui pernyataan resmi di media sosial.

Washington menyatakan menerima laporan itu dengan keprihatinan dan kewaspadaan. Dalam unggahan tersebut, AS menilai Menteri Pertahanan Afrika Selatan bersama Angkatan Bersenjata Pertahanan Nasional Afrika Selatan (SANDF) mengabaikan instruksi pemerintah agar Iran diminta meninggalkan wilayah latihan.

"Iran adalah aktor yang tidak stabil dan negara sponsor teror, dan penyertaannya dalam latihan bersama - dalam kapasitas apa pun - merusak keamanan maritim dan stabilitas regional," kata Kedutaan Besar AS, dikutip dari TRT World. Pemerintah AS juga menyoroti situasi di Iran, termasuk tindakan aparat terhadap demonstran yang melakukan aktivitas politik damai.

1. AS bandingkan protes Iran dengan perjuangan damai Afrika Selatan

ilustrasi demo Gen Z
ilustrasi demo Gen Z (pexels.com/Mike González)

Pada hari yang sama, AS membandingkan gelombang protes di Iran dengan perjuangan politik damai yang pernah ditempuh rakyat Afrika Selatan. Pemerintah Washington menilai tidak wajar bagi Afrika Selatan menerima pasukan keamanan Iran di tengah tindakan keras terhadap warga sipil yang melakukan protes damai.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar AS menilai langkah tersebut tidak mencerminkan sikap non-blok.

"Afrika Selatan tidak dapat memberi ceramah kepada dunia tentang 'keadilan' sambil nyaman dengan Iran," kata Kedutaan Besar AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC.

2. Afrika Selatan buka penyelidikan internal

Presiden AS, Donald Trump, bertemu dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, 21 Mei 2025, di Kantor Oval
Presiden AS, Donald Trump, bertemu dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, 21 Mei 2025, di Kantor Oval. (Foto Resmi Gedung Putih oleh Daniel Torok, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Menanggapi tudingan itu, Kementerian Pertahanan Afrika Selatan menyatakan akan membuka penyelidikan untuk menelusuri asal-usul laporan yang dinilai serius tersebut. Langkah ini disebut diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Kantor Menteri Pertahanan Angie Motshekga menegaskan bahwa arahan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah disampaikan secara jelas kepada seluruh pihak terkait, telah disepakati, dan akan dijalankan serta dipatuhi sebagaimana mestinya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons resmi atas tudingan dari Washington.

3. Latihan Peace Resolve dipimpin China

Foto para Pemimpin dari KTT BRICS ke-9 di Xiamen, China, pada 04 September 2017.( Foto: Beto Barata/PR, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Foto para Pemimpin dari KTT BRICS ke-9 di Xiamen, China, pada 04 September 2017.( Foto: Beto Barata/PR, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Latihan angkatan laut bertajuk Peace Resolve berlangsung selama satu minggu di bawah kepemimpinan China. Kegiatan tersebut melibatkan negara-negara anggota aliansi ekonomi negara berkembang besar yang awalnya bernama BRIC saat dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China.

Afrika Selatan bergabung empat tahun kemudian sehingga aliansi tersebut berubah nama menjadi BRICS. Setelah penambahan Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab, kelompok itu kini dikenal sebagai BRICS+.

Dalam latihan ini turut terlibat kapal perang Rusia dan China, sementara kapal perang Iran telah lebih dulu berada di Cape Town ketika laporan perintah pemulangan mulai beredar. Kehadiran kapal Iran inilah yang kemudian memicu sorotan dari AS.

Di sisi lain, Afrika Selatan sebelumnya menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan membuka dialog di Iran terkait demonstrasi mematikan yang terjadi di negara tersebut. Seruan tersebut disampaikan sebelum munculnya tudingan dari Washington.

Hubungan Washington dan Pretoria juga diketahui sempat berada pada titik terendah tahun lalu akibat perbedaan pandangan dalam kebijakan luar negeri dan domestik. Ketegangan tersebut menjadi latar belakang munculnya kritik terbaru dari AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Yunani Bebaskan Pekerja Kemanusiaan yang Dituduh Selundupkan Migran

17 Jan 2026, 10:09 WIBNews