Jakarta, IDN Times - Milisi Hizbullah secara tiba-tiba menolak gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Hizbullah dikabarkan sudah menyampaikan penolakan ini ke Pemerintah Lebanon pada Kamis (4/6/2026). Sebab, merekalah yang terlibat dalam pengesahan gencatan senjata dengan Israel.
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menjelaskan, penolakan ini dilakukan karena Israel hingga kini masih menyerang Lebanon selatan. Dalam pernyataannya, Qassem menegaskan, selama Israel masih melanjutkan agresinya di wilayah tersebut, Hizbullah tidak akan menyetujui gencatan senjata. Qassem juga menegaskan Hizbullah akan tetap menyerang Israel sampai mereka menghentikan agresi di Lebanon selatan.
