Nigeria Rekrut Tentara Terbesar untuk Cegah Krisis Keamanan

Jakarta, IDN Times - Presiden Nigeria, Bola Tinubu menyetujui rekrutmen tentara terbesar hingga 28 ribu personel militer. Keputusan ini untuk memperkuat keamanan nasional dalam menghadapi krisis keamanan dan konflik terorisme.
Beberapa tahun terakhir, situasi di Nigeria masih menghadapi krisis keamanan imbas aktivitas kelompok teroris dan bandit. Bahkan kasus penculikan di Nigeria terus melonjak.
1. Tinubu rombak arsitektur keamanan Nigeria

Juru Bicara Pemerintah Nigeria, Bayo Onanuga mengatakan, rekrutmen 28 ribu tentara tambahan ini adalah upaya Presiden Tinubu untuk meningkatkan arsitektur keamanan. Langkah ini bagian dari bersamaan dengan rekrutmen rekrutmen polisi hingga 50 ribu personel.
Dilansir BBC, pemerintah juga akan membeli peralatan tempur serta peningkatan kesejahteraan bagi personel militer. Nantinya, bayaran tentara akan dinaikkan dua kali lipat menjadi 100 ribu naira (Rp1,3 juta) untuk pangkat terendah.
2. Trump akan janji bantu Nigeria lawan teroris

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengapresiasi kebijakan Tinubu dalam melawan terorisme. Ia berjanji membantu Nigeria dalam menyelesaikan masalah terorisme dan kekerasan.
“Terima kasih atas surat Anda. Tulisan Anda berarti sebuah perjanjian dengan saya dan saya mengapresiasi kepemimpinan Anda dalam melindungi rakyat Nigeria,” terangnya, dikutip dari Premium Times, Sabtu (25/7/2026).
AS dan Nigeria sudah meningkatkan hubungan diplomatik keduanya beberapa bulan terakhir. Eratnya hubungan kedua negara karena persetujuan membagikan informasi keamanan dan kerja sama militer.
3. Nigeria klaim bunuh 300 bandit di Zamfara

Pada awal Juli, tentara Nigeria mengklaim berhasil membunuh lebih dari 300 anggota bandit di Zamfara. Kelompok bandit tersebut diketahui sudah melakukan pembunuhan dan penculikan kepada warga sipil.
Dilansir The Guardian, tentara Nigeria diketahui sudah menargetkan geng kriminal di Distrik Gummi dalam operasi selama 2 hari di Zamfara. Tak hanya bandit, Nigeria sudah dirundung krisis keamanan yang didorong oleh aktivitas jihadis di area pedesaan.




















