Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel (IDF) dilaporkan telah meluncurkan serangan udara ke wilayah pinggiran Kota Beirut selatan, Lebanon. Serangan itu dilakukan pada Kamis (28/5/2026) siang waktu setempat. Serangan itu menghantam apartemen yang ada di dekat Bandara Internasional Beirut.
Serang Hizbullah, Israel Bombardir Wilayah Pinggiran Beirut Lebanon

- Militer Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut, menghantam area dekat Bandara Internasional dan diduga menargetkan kelompok Hizbullah.
- Serangan ini terjadi tak lama setelah perpanjangan gencatan senjata 45 hari antara Israel dan Lebanon yang disepakati melalui negosiasi di Washington D.C.
- Lebanon dijadwalkan melanjutkan negosiasi damai dengan Israel pada awal Juni untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Saat serangan terjadi, terdengar sejumlah ledakan besar di seluruh kota. Saat ini, target serangan tersebut belum diketahui. Namun, sejumlah pihak menilai serangan ditujukan ke Hizbullah. Sebab, Israel sangat ingin membasmi Hizbullah dari tanah Lebanon. Ini dilakukan agar Hizbullah berhenti mereka.
1. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

Serangan Israel tadi merupakan serangan perdana ke Lebanon sejak gencatan resmi diperpanjang selama 45 hari. Kesepakatan tersebut diraih usai kedua negara melakukan negosiasi damai tahap ketiga di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat, Washington D.C., pada 14 dan 15 Mei lalu.
"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, dalam sebuah unggahan di laman X, seperti dikutip Reuters.
2. Israel sedang meningkatkan serangan ke Lebanon selatan

Dalam beberapa hari terakhir, Israel memang sedang gencar meningkatkan serangan ke Lebanon selatan. Sebab, Israel ingin menghabisi seluruh anggota Hizbullah yang bermarkas di sana. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan akan terus menyerang Lebanon selatan sampai pihaknya berhasil membasmi Hizbullah dari tanah Lebanon.
"Serangan militer Israel terhadap Hizbullah telah menghilangkan lebih dari 600 teroris dalam beberapa minggu terakhir. Namun, yang dituntut dari kita sekarang adalah meningkatkan serangan (ke Hizbullah) dan meningkatkan intensitasnya," ungkap Netanyahu dilansir BBC pada Selasa (26/5/2026).
3. Lebanon akan melanjutkan negosiasi damai dengan Israel pada awal Juni

Agar serangan bisa berakhir, Lebanon akan melanjutkan negosiasi perdamaian dengan Israel pada 2 sampai 3 Juni mendatang. Langkah ini juga bertujuan agar gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara bisa berubah menjadi kesepakatan perdamaian jangka panjang.
Perpanjangan gencatan senjata yang sudah disetujui Israel dan Lebanon saat ini merupakan yang kedua kalinya. Sebab, kedua negara sebelumnya juga sudah sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga pekan. Perpanjangan tersebut seharusnya berakhir pada 17 Mei lalu.
















