Pihak berwenang Kenya melalui Kenya Wildlife Service (KWS) kini tengah mendalami jaringan perdagangan semut internasional. Selama dua minggu di Kenya, Zhang diduga dibantu oleh tiga warga lokal yang bertugas mencari semut dari alam liar. Penyelidikan ini semakin menguat setelah otoritas di Bangkok, Thailand, juga menyita kiriman semut dari Kenya pada Selasa (10/3/2026), yang menunjukkan adanya jalur distribusi tetap antara Afrika Timur dan Asia.
Saat ini, polisi sedang memperluas pencarian ke kota Nakuru dan Naivasha yang diduga menjadi tempat pengumpulan serangga langka tersebut sebelum dikirim ke Nairobi. Selain mengejar pelaku lain, petugas juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ponsel dan laptop milik Zhang untuk melacak data komunikasi serta transaksi keuangan sindikat tersebut. Hakim Njeri Thuku telah memberikan izin kepada penyidik untuk menahan Zhang selama lima hari tambahan guna menyelesaikan pemeriksaan digital tersebut.
Pihak KWS menegaskan bahwa pemeriksaan perangkat elektronik ini sangat penting untuk mengungkap hubungan antara pembeli di luar negeri dengan pengumpul di Kenya. Hal ini mengingat harga semut yang sangat mahal di pasar hobi internasional.
"Penyitaan kiriman semut serupa di Bangkok pada hari Selasa yang berasal dari Kenya mengindikasikan adanya jaringan penyelundupan semut yang luas dan terorganisir," menurut pihak KWS dalam dokumen resmi, dilansir South China Morning Post.