Korban Tewas akibat Banjir di Nairobi Kenya Bertambah Jadi 42 Orang

- Banjir bandang di Nairobi, Kenya, menewaskan 42 orang dan sejumlah warga masih hilang, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di berbagai lokasi terdampak.
- Presiden Kenya William Ruto memerintahkan percepatan evakuasi, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta koordinasi lintas lembaga untuk mendukung masyarakat yang terdampak banjir besar ini.
- Badan Meteorologi Kenya menyebut curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim sebagai penyebab utama banjir bandang yang kembali melanda setelah kejadian serupa pada tahun 2024.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kenya pada Senin (9/3/2026) melaporkan jumlah korban tewas imbas banjir bandang yang terjadi di Nairobi sejak Jumat (6/3/2026) sudah mencapai 42 orang. Sebelumnya, korban tewas dilaporkan berjumlah 23 orang.
Di sisi lain, beberapa orang masih dinyatakan hilang. Menurut keterangan Menteri Pekerjaan Umum dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kenya, Geoffrey Kiringa Ruku, petugas penyelamat saat ini masih melakukan pencarian untuk menemukan korban hilang.
"Operasi pencarian masih berlangsung oleh tim tanggap darurat multi-lembaga dengan tujuan untuk memastikan bahwa jenazah semua korban banjir ditemukan dan dievakuasi," kata Ruku, seperti dilansir The Strait Times.
1. Banjir juga merusak infrastruktur dan mengganggu layanan transportasi

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir ini juga merusak infrastruktur publik dan melumpuhkan layanan transportasi umum di Nairobi. Banyak penerbangan yang harus ditunda bahkan dibatalkan karena banjir turut menggenangi bandara di sana.
Menurut keterangan seorang sekuriti bernama John Lomayan, banjir yang terjadi di Nairobi sejak Jumat merupakan salah satu yang terparah. Sebab, debit air yang ditimbulkan sangat besar sehingga banyak orang hanyut terbawa arus.
"Saya melihat dia terbawa arus air dari atas sana. Kami tidak tahu ke mana dia pergi. Baru sekarang kami melihatnya di bawah mobil," kata Lomayan menceritakan situasi banjir di Nairobi dilansir BBC.
2. Presiden Kenya minta jajarannya bertindak cepat

Untuk mengatasi banjir ini Presiden Kenya, William Ruto, pada Sabtu (7/3/2026) telah meminta jajarannya untuk segera mengirim bantuan kemanusiaan kepada korban terdampak. Selain itu, ia juga meminta petugas keamanan untuk mempercepat evakuasi dan pencarian korban hilang.
“Untuk memperkuat operasi penyelamatan dan bantuan yang sedang berlangsung, saya telah mengarahkan tim tanggap darurat yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri dan Administrasi Nasional yang bekerja sama dengan militer Kenya dan lembaga tanggap darurat lainnya,” tulis Ruto di X.
“Tim ini akan mengkoordinasikan upaya penyelamatan, mendukung masyarakat yang terdampak, dan memastikan bahwa mereka yang dalam bahaya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Saya juga telah memerintahkan agar bantuan pangan dari cadangan strategis nasional kita segera dikeluarkan dan didistribusikan kepada keluarga yang terdampak banjir,” lanjutnya.
3. Banjir bandang juga pernah terjadi di Kenya pada 2024

Banjir bandang yang menewaskan banyak orang di Kenya sebetulnya juga pernah terjadi pada Mei 2024. Saat itu, banjir menerjang beberapa wilayah di Kenya, termasuk Ibu Kota Nairobi. Menurut otoritas setempat, banjir tersebut kala itu menewaskan sedikitnya 210 orang.
Menurut Badan Meteorologi Kenya, banjir bandang ini disebabkan oleh perubahan iklim. Fenomena ini membuat hujan di sebagian besar negara di Benua Afrika, termasuk di Kenya, berlangsung lebih lama dari biasanya. Hal ini membuat air cepat meluap sehingga banjir tidak bisa dihindari.


















