Banjir Landa Nairobi Kenya, 23 Orang Tewas

- Banjir besar melanda Nairobi akibat hujan deras sejak Jumat, menewaskan sedikitnya 23 orang dan memaksa banyak warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
- Sejumlah jalan utama seperti Mombasa Road dan Uhuru Highway terendam, menyebabkan kemacetan parah serta gangguan transportasi di berbagai wilayah kota.
- Penerbangan menuju Bandara Nairobi dibatalkan atau dialihkan, sementara otoritas memperingatkan curah hujan tinggi masih akan berlanjut hingga beberapa hari mendatang.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 23 orang tewas akibat banjir yang melanda ibu kota Kenya, Nairobi. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah mengingat beberapa orang masih belum ditemukan.
Hujan deras turun sejak Jumat (6/3/2026) dan berlanjut hingga malam hari, menenggelamkan kendaraan dan memaksa warga di beberapa wilayah menerobos air setinggi pinggul untuk mencapai tempat yang lebih tinggi. Polisi mengatakan sekitar 30 orang berhasil diselamatkan, tapi banyak lainnya tenggelam setelah terseret ke sungai. Sebagian lainnya dilaporkan tewas akibat tersengat listrik.
“Hujan deras telah menyebabkan banjir besar yang sayangnya mengakibatkan 23 orang meninggal dunia sejauh ini, kerusakan properti, penutupan jalan, serta membuat warga harus mengungsi,” kata polisi dalam pernyataan pada Sabtu (7/3/2026) sore.
1. Beberapa jalan utama terendam banjir

Sekretaris Jenderal Palang Merah Kenya, Ahmed Idris, mengatakan tim penyelamat terus bekerja tanpa kenal lelah untuk membantu warga dan pengendara yang terjebak banjir.
“Kami sangat terkendala oleh kemacetan lalu lintas dan kondisi yang dulunya merupakan jalan. Kami melakukan yang terbaik untuk menjangkau mereka yang membutuhkan,” tulisnya di X.
Sejumlah jalan utama di Nairobi, termasuk Mombasa Road, Uhuru Highway, Kirinyaga Road, dan beberapa bagian distrik Westlands, turut terendam air. Kendaraan yang mogok dan arus banjir yang deras juga menyebabkan kekacauan di sejumlah titik. Pihak berwenang Kenya telah mengimbau warga untuk menghindari jalan-jalan yang terendam banjir.
2. Sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan ke kota lain

Beberapa penerbangan menuju Bandara Nairobi juga terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke kota pesisir Mombasa akibat banjir. Gangguan ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa jam.
Dilansir dari Sky News, warga menilai banjir terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat. Mereka mengatakan pemerintah kota seharusnya sudah mengantisipasi dengan memastikan infrastruktur drainase berfungsi dengan baik sebelum musim hujan tiba.
“Begitu banyak mobil, begitu banyak barang, saya tidak tahu. Semuanya tersapu begitu saja. Semua air itu berasal dari sungai tersebut,” kata seorang warga bernama Cedric Mwanza, merujuk pada Sungai Nairobi.
3. Ratusan orang tewas di Kenya akibat banjir dan tanah longsor tahun lalu

Dilansir dari BBC, Departemen Meteorologi Kenya sebelumnya telah memperingatkan akan adanya hujan deras berkepanjangan serta risiko banjir di perkotaan dan jarak pandang yang buruk. Ketinggian air sungai diperkirakan akan terus meningkat hingga Senin (9/3/2026).
Lembaga tersebut juga menambahkan bahwa Nairobi dan sejumlah wilayah lainnya seperti Dataran Tinggi Tengah, Cekungan Danau Victoria, dan kawasan pesisir masih berada dalam status siaga tinggi menghadapi puncak curah hujan dalam beberapa hari ke depan.
Tahun lalu, ratusan warga Kenya tewas setelah hujan lebat menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di seluruh negeri dan negara tetangga, Tanzania.

















