Comscore Tracker

55 Orang Meninggal Dunia Setelah Banjir Besar Menerjang Nepal

Bencana dengan kerugian nyawa dan ekonomi yang besar

Kathmandu, IDN Times - Menurut rilis Pemerintah Nepal, korban meninggal dunia setelah terjangan banjir dan longsor tiga hari lalu berjumlah 55 orang pada Minggu (14/7), dengan puluhan lainnya masih hilang dan cedera.

Sepuluh ribu orang telah diungsikan dari rumah mereka setelah banjir besar menenggelamkan wilayah dan rumah mereka, serta merusak jalan dan jembatan di seluruh negeri.

1. Banjir melanda Nepal, India, dan Bangladesh

55 Orang Meninggal Dunia Setelah Banjir Besar Menerjang Nepalgofundme.com

Juru bicara Pemerintah Nepal mengatakan 55 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, dan 30 orang lainnya masih hilang.

Assam, wilayah bagian utara India juga terkena dampak banjir yang disebabkan oleh musim monsoon, diperkirakan 1,5 juta orang mengungsi dengan 10 orang meninggal dunia. Sementara di Chittagong, wilayah di Bangladesh dimana 200 desa terdampak banjir, 10 orang meninggal dunia dan 500 ribu orang mengungsi.

Baca Juga: Shanghai, Kota dengan Manajemen Sampah Paling Otoriter di Dunia

2. Kerugian besar setelah banjir menerjang

55 Orang Meninggal Dunia Setelah Banjir Besar Menerjang Nepalweather.com

Di Nepal, melalui juru bicara pemerintahnya, Gokul Banskota mengatakan kepada wartawan bahwa bencana ini telah menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Pemerintah Nepal akan segera melakukan tindakan yang diperlukan.

Perwakilan Palang Merah Nepal, Dibya Raj Poudel mengatakan pengungsian akan ditempatkan di sekolah-sekolah dan gedung-gedung publik lainnya.

Saluran televisi menyiarkan rumah-rumah yang terendam hingga atap dan orang-orang yang menyelamatkan diri dengan membawa barang-barang di atas kepala.

3. Bencana yang disebabkan oleh musim monsoon

55 Orang Meninggal Dunia Setelah Banjir Besar Menerjang Nepalthehimalayantimes.com

Tanah longsor di Bangladesh yang terjadi sejak April telah membunuh setidaknya 10 orang, termasuk dua anak pengungsi Rohingya minggu lalu.

Dilaporkan oleh BBC, Sungai Brahmaputra yang melewati India, Bangladesh, dan Tiongkok meluap hingga menenggelamkan setidaknya 1.800 desa di Assam, India.

Musim monsoon biasanya berlangsung dari Juni sampai September dan banyak menimbulkan bencana di Asia Selatan setiap tahun. Lebih dari 1.200 orang meninggal dunia karena badai dan tanah longsor tahun lalu, di Kerala, India mengalami banjir paling parah dalam satu abad.

Baca Juga: Perubahan Iklim Ekstrem akan Terjadi di Kota Besar Dunia pada 2050

Bayu Widhayasa Photo Verified Writer Bayu Widhayasa

Suka belajar tapi tidak suka makar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You