Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi ancaman serius berupa potensi kolaps finansial akibat kegagalan negara-negara anggota memenuhi kewajiban pembayaran iuran. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan situasi keuangan organisasi tersebut berada di titik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam surat yang dikirimkan kepada seluruh 193 negara anggota, Guterres menyatakan krisis keuangan PBB terus memburuk dan kini mengancam kelangsungan berbagai program utama. Ia bahkan memperingatkan, dana PBB bisa benar-benar habis paling cepat pada Juli mendatang.
Kondisi ini diperparah oleh keputusan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat sebagai kontributor terbesar, yang menolak membayar iuran reguler dan anggaran pasukan penjaga perdamaian, serta menarik diri dari berbagai badan PBB.
Guterres menegaskan, tanpa pembayaran penuh dan tepat waktu dari negara-negara anggota, atau perubahan mendasar pada aturan keuangan PBB, organisasi tersebut berisiko mengalami kehancuran finansial dalam waktu dekat.
