Jakarta, IDN Times - Sebuah dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkap rencana untuk mendapatkan akses penerbangan militer tanpa batas melalui wilayah udara Indonesia. Isi dokumen yang diungkap The Sunday Guardian ini menyebutkan, rencana itu sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan operasional AS di kawasan Indo-Pasifik.
Rencana tersebut muncul setelah pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Februari 2026. Dalam pertemuan itu, Prabowo disebut menyetujui proposal pemberian izin lintas udara menyeluruh bagi pesawat militer AS.
Dokumen tersebut kemudian dikirim oleh Departemen Perang AS kepada Kementerian Pertahanan Indonesia pada 26 Februari, sebagai langkah lanjutan untuk merealisasikan kesepakatan tersebut. Skema yang diajukan mengubah mekanisme perizinan menjadi berbasis notifikasi, bukan persetujuan per kasus.
Jika disepakati, kebijakan ini berpotensi mengubah lanskap strategis kawasan, mengingat posisi Indonesia yang sangat vital dalam jalur udara dan laut antara Samudra Pasifik dan Hindia.
