Comscore Tracker

34 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatik Akibat Serangan Iran

Sebelumnya, Trump berkata tak ada tentaranya yang terluka

Washington DC, IDN Times - Pentagon mengungkap bahwa sebanyak 34 tentara Amerika Serikat yang bertugas di pangkalan militer Irak, Al Asad, menderita cedera otak traumatik akibat serangan misil Iran pada 8 Januari lalu.

Dikutip dari Al Jazeera, juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, juga menginformasikan bahwa delapan tentara yang tadinya dipindahkan dari Irak ke Landstuhl telah dibawa ke Amerika Serikat. Sedangkan sembilan lainnya masih berada di sana.

Menurut Hoffman, delapan orang itu kemungkinan akan dirawat di rumah sakit asal mereka. Landstuhl sendiri merujuk kepada rumah sakit militer di Jerman yang dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. 

1. Sebelumnya 11 tentara disebut menderita gegar otak

34 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatik Akibat Serangan IranTentara Amerika Serikat terlihat di lokasi dimana misil Iran mengenai pangkalan udara Al Asad di provinsi Anbar, Irak, pada 13 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/John Davison

Minggu lalu, Komando Pusat Amerika Serikat di kawasan mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa "ada beberapa yang sedang dirawat akibat gejala gegar otak dari ledakan dan masih diperiksa sampai saat ini". Belakangan diketahui jumlahnya ada 11 orang.

"Sebagai prosedur standar, seluruh personel yang berada di sekitar lokasi ledakan diperiksa apakah ada luka trauma otak, dan jika dipandang tepat kemudian dipindahkan ke tempat perawatan lebih tinggi," tulis pernyataan tersebut, seperti dilaporkan Defense One.

2. Donald Trump awalnya mengatakan tak ada tentaranya yang terluka

34 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatik Akibat Serangan IranPresiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden Irak Barham Salih pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-50 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/The Presidency of the Republic of Iraq Office/Handout via REUTERS

Dalam sebuah cuitan yang dituliskan beberapa saat setelah serangan terjadi, Trump mengindikasikan tak ada yang terluka. "Semua baik-baik saja! Misil diluncurkan oleh Iran ke dua pangkalan militer di Irak. Asesmen terhadap korban dan kerusakan sedang terjadi. Sejauh ini, semua baikk" cuitnya.

Ia bahkan menyombongkan militer negaranya yang ia sebut sebagai "terkuat dan terlengkap" di seluruh dunia. Dikutip dari AP, dalam konferensi pers sehari setelahnya, Trump dengan terbuka mengatakan "tidak ada korban, semua tentara kita aman, dan hanya ada kerusakan minimal" di pangkalan militer itu.

3. Trump meralat pernyataannya, tapi tetap meremehkan apa yang menimpa anggota pasukan militernya

34 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatik Akibat Serangan IranPresiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Irak Barham Salih saat pertemuan bilateral disela agenda sidang tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-50 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst

Setelah laporan bahwa ada 11 tentara Amerika Serikat mengalami gegar otak dan sampai perlu dipindahkan ke fasilitas lain untuk mendapatkan perawatan, Trump tetap bersikap seolah-olah yang terjadi pada mereka adalah hal sepele.

Ia memperlihatkan sikap itu saat mengadakan konferensi pers dari World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Rabu (22/1). "Saya dengar mereka menderita sakit kepala dan beberapa hal lainnya...dan saya bisa melaporkan bahwa itu tak terlalu serius," ujarnya, seperti dikutip The Washington Post.

"Tidak, saya tidak menganggap itu adalah luka yang sangat serius dibandingkan luka-luka lain yang pernah saya lihat. Tidak, saya tak menganggapnya sebagai luka parah," tambahnya.

Seperti dilaporkan Business Insider, Trump sendiri tidak pernah masuk militer. Ia bahkan menghindari wajib militer selama lima kali, termasuk saat Perang Vietnam. Trump bisa lolos sebab ia berasal dari keluarga kaya.

Baca Juga: Iran Ancam Keluar dari Perjanjian Nuklir Jika Diseret ke DK PBB

Bianca Nazanin Photo Verified Writer Bianca Nazanin

is capitalism any good?

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Berita Terkini Lainnya