Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan alasan dan kronologi keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP). Baginya, ini langkah strategis untuk mendorong kemerdekaan Palestina.
Prabowo menegaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang bersama sejumlah negara mayoritas Muslim.
Penjelasan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia bukan tanpa dasar, melainkan bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas.
Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia bermula saat dirinya menghadiri Sidang Umum PBB pada 23 September lalu. Dalam pidatonya kala itu, ia kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
Tak lama setelah pidato tersebut, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim lainnya—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas inisiatif perdamaian di Gaza.
