Comscore Tracker

Kolombia Sebut Venezuela Rencanakan Pembunuhan Ivan Duque

Diduga terlibat dalam serangan helikopter Juni lalu

Bogota, IDN Times - Pemerintah Kolombia menuduh Venezuela berada di balik rencana pembunuhan Presiden Ivan Duque. Tudingan ini mengarah pada insiden serangan yang mengakibatkan jatuhnya helikopter yang sedang membawa presiden Kolombia tersebut ketika berkunjung di perbatasan Venezuela. 

Tudingan dari Pemerintah Kolombia ini tentu akan memperkeruh hubungan kedua negara. Pasalnya sejak awal 2019, Venezuela sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia lantaran mengakui Juan Guaido sebagai presiden resmi. 

1. Kolombia sebut Venezuela ada di balik serangan helikopter Ivan Duque

Pemerintah Kolombia pada Kamis (22/07/2021) menuding Venezuela merupakan otak rencana serangan dan pembunuhan kepada Presiden Ivan Duque. Tuduhan yang diberikan ini terkait dengan serangan helikopter pada Juni lalu yang mengakibatkan jatuhnya helikopter yang ditumpangi orang nomor satu di Kolombia tersebut. 

Dikutip dari Al Jazeera, Menteri Pertahanan Diego Molano mengatakan,"Saya akan menunjukkan bahwa ini sangat jelas percobaan pembunuhan presiden dan serangan pangkalan militer direncanakan dari Venezuela dan ini merepresentasikan komunitas internasional bagaimana rezim Maduro terus melindungi teroris yang hendak menyerang institusi Kolombia."

Pada saat itu, Presiden Duque sedang menaiki helikopter dari Sardinata menuju ke Bandara Kukuta, lalu secara tiba-tiba ditembak menggunakan senapan oleh orang tak dikenal. Maka pihak Kolombia menduga eksekusi dilakukan oleh pembelot FARC dan sejumlah mantan personel militer negaranya, dilansir dari France24

2. Kolombia sudah tangkap 10 orang terduga pelaku rencana pembunuhan

Kolombia Sebut Venezuela Rencanakan Pembunuhan Ivan DuqueMenteri Pertahanan Kolombia Diego Molano (kiri) saat menghadiri konferensi pers pada Kamis (22/07/2021). (twitter.com/Diego_Molano)

Baca Juga: Terungkap! Pembunuh Presiden Haiti Pensiunan Militer Kolombia

Pada hari yang sama, Pemerintah Kolombia juga sudah menangkap 10 orang terduga pelaku dalam serangan helikopter yang membawa Presiden Ivan Duque pada 25 Juni lalu. Sementara, Kolombia menyebut semua terduga pelaku tersebut merupakan kelompok pemberontak bersenjata yang berbasis di Venezuela 

Menurut Jaksa Agung Francisco Barbosa, terduga pelaku tersebut ditangkap di Provinsi Norte de Santander merupakan mantan anggota Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (FARC) dari front ke 33. Selain dituduh sebagai pelaku serangan helikopter, sepuluh orang tersebut juga diduga sebagai pelaku pemboman pada pangkalan militer Brigadir 30 di Kukuta. 

Barbosa juga mengatakan bahwa salah satu penyerang bernama Andres Fernando Medina merupakan mantan kapten dalam militer Kolombia. Bahkan investigator menemukan bahwa mereka menemukan dua senapan AK-47 dari Venezuela yang tak jauh dari lokasi kejadian, dilansir dari France24

3. Venezuela menolak terlibat dalam rencana pembunuhan Ivan Duque

Menanggapi tudingan dari Menhan Kolombia Diego Molano, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza pada Kamis (22/07/2021) menolak jika negaranya terlibat dalam rencana serangan helikopter yang ditumpangi Presiden Ivan Duque di Kukuta. Bahkan Arreaza juga menyebut bahwa wilayah Karibia Kolombia sebagai lokasi persembunyian kelompok teroris. 

Sebelumnya Venezuela juga sudah menyalahkan Kolombia atas serangan di perbatasan dari kelompok pembelot FARC. Bahkan insiden tersebut menyebabkan ribuan warga di Apure terpaksa mengungsi ke Kolombia lantaran takut akan terdampak serangan dari kelompok teroris. 

Namun pada Februari lalu, Komisioner Tinggi Perdamaian Kolombia, Miguel Ceballos menyebut jika Maduro memiliki hubungan dengan kelompok gerilya ELN (Ejército de Liberación Nacional) dan pembelot FARC yang menolak berdamai, dikutip dari El Tiempo

Baca Juga: Kolombia Umumkan Perubahan Kepolisian soal Pelanggaran HAM

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya