Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Burkina Faso
ilustrasi bendera Burkina Faso (Pixabay/David_Peterson)

Intinya sih...

  • Junta militer Burkina Faso adakan reshuffle kabinet pemerintahan

  • Perwira Burkina Faso mengaku terlibat dalam rencana kudeta

  • Mali kecam upaya perusakan stabilitas di Burkina Faso

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Transportasi Burkina Faso, Viviane Yolande Compaoré ditemukan tewas di rumahnya di ibu kota Ougadougou. Mantan politikus di negara Afrika Barat itu diketahui tewas dibunuh orang tak dikenal. 

Kejaksaan Agung Burkina Faso, pada Selasa (13/1/2026), menyebut bahwa dugaan awal Compaore diserang dan dibunuh di rumahnya sendiri. Kabar pembunuhan politikus ini mengejutkan seluruh negeri terkait masalah keamanan dan instabilitas. 

Sebagai informasi, Compaore dikenal sebagai sosok politikus yang berpengaruh di Burkina Faso pada masa pemerintahan Presiden Blaise Compaore. Ia sudah menduduki jabatan sebagai anggota parlemen, gubernur, dan beberapa jabatan menteri. 

1. Junta militer Burkina Faso adakan reshuffle kabinet pemerintahan

Menanggapi rencana pembunuhan kepada Presiden Ibrahim Traore, junta militer Burkina Faso mengadakan reshuffle kabinet pemerintahan. Terdapat dua menteri baru, yakni untuk posisi Menteri Olahraga dan Pariwisata, Annick Pickbougoum Zingué dan Menteri Pendidikan Menengah dan Vokasi, Moumouni Zoungrana. 

Dilansir APA News, Selain penggantian jabatan, nama Menteri Pertahanan dan Veteran diubah menjadi Kementerian Perang dan Pertahanan Patriotik. Sementara, Menteri Dalam Negeri Burkina Faso, Jenderal Celestin Simpore ditunjuk merangkap jabatan di kementerian baru tersebut. 

Tak hanya itu, nama Kementerian Urbanisasi dan Perumahan diganti menjadi Kementerian Konstruksi Tanah Air. Sedangkan Departemen Pelayanan Sipil menjadi Kementerian Pelayanan Rakyat. 

2. Perwira Burkina Faso mengaku terlibat dalam rencana kudeta

Seorang perwira militer Burkina Faso, Kapten Coulidiati Prospere mengakui bahwa ia berpartisipasi dalam rencana kudeta. Ia mengaku bahwa aksi ini direncana oleh mantan pemimpin junta militer, Paul Hendri Sandaogo Damiba yang mengungsi di Togo. 

Perwira militer itu menyebut mendapatkan uang sebesar 8 juta franc CFA (Rp239 juta) untuk membantu merencanakan kudeta. Perwira tinggi Angkatan Udara (AU) Burkina Faso itu mengatakan sudah dihubungi oleh Damiba. 

Ia mendapatkan tugas untuk menghancurkan drone militer agar memuluskan jalan unit pemberontak melancarkan operasinya. Namun, Coulidiati mengaku bersalah dan meminta maaf kepada seluruh rakyat dan militer Burkina Faso. 

3. Mali kecam upaya perusakan stabilitas di Burkina Faso

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Mali, Jenderal Abdoulaye Maiga menyatakan solidaritas dan dukungan kepada Burkina Faso atas krisis keamanan dalam sepekan. Ia mengecam segala bentuk upaya perusakan stabilitas institusi di Burkina Faso. 

Pemerintah Mali juga mendorong penguatan kerja sama dengan Burkina Faso dalam berbagai bidang. Bamako juga mengapresiasi kesuksesan Alliance of Sahel State (AES) yang mampu mencegah perusakan stabilitas di negara-negara anggota. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team