Jakarta, IDN Times – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pada Minggu (1/3/2026) bahwa tiga prajurit Amerika Serikat (AS) tewas dan lima lainnya mengalami luka berat dalam operasi militer yang masih berlangsung melawan Iran. Insiden ini menjadi korban pertama dari pihak AS sejak serangan tersebut dimulai.
Selain korban tewas dan luka berat, beberapa personel dilaporkan menderita luka ringan akibat serpihan ledakan serta gegar otak. Mereka kini menjalani perawatan medis dan diperkirakan segera kembali bertugas. Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyampaikan perkembangan operasi yang sedang berjalan.
“Operasi tempur utama terus berlangsung dan upaya respons kami masih berjalan. Situasi masih cair, jadi demi menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, sampai 24 jam setelah kerabat terdekat diberitahu,” kata CENTCOM.
