Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IRGC Sebut Empat Rudal Balistik Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln

IRGC Sebut Empat Rudal Balistik Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
Kapal induk Angkatan Laut USS Gerald R. Ford (CVN-78) mengukus Samudra Atlantik selama simulasi transit selat dengan Gerald R. Ford Carrier Strike Group (GRFCSG) di Samudra Atlantik, 9 Oktober 2022. (S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jackson Adkins, Public domain, via Wikimedia Commona)
Intinya Sih
  • IRGC Iran mengklaim empat rudalnya berhasil menghantam kapal induk AS USS Abraham Lincoln dalam Operasi True Promise-4 yang menargetkan aset militer AS dan Israel di Timur Tengah.

  • CENTCOM membantah klaim Iran, menyebut rudal tidak mendekati target dan memastikan USS Abraham Lincoln tetap beroperasi normal sambil melanjutkan misi militernya di kawasan Teluk.

  • Ketegangan meningkat setelah AS melancarkan serangan balasan ke kapal perang Iran, sementara Iran juga mengaku menyerang pangkalan dan kapal dagang AS dengan rudal serta drone.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (1/3/2026) menyatakan telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, di wilayah Teluk. Aksi itu disebut sebagai bagian dari Operasi True Promise-4, rangkaian operasi militer yang diklaim menyasar sejumlah target AS dan Israel di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh IRGC dalam keterangan resminya.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln telah diserang oleh empat rudal balistik. Daratan dan lautan akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,” kata IRGC, dikutip dari NDTV.

1. CENTCOM bantah serangan rudal Iran

ilustrasi militer
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Disisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah tegas klaim yang disampaikan pihak Iran.

“Rudal-rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati,” katanya.

CENTCOM memastikan USS Abraham Lincoln tak mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Mereka juga menyebut kapal induk itu tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Kapal tersebut terus menerbangkan pesawat guna mendukung operasi berkelanjutan CENTCOM dalam menghadapi ancaman yang disebut berasal dari rezim Iran.

2. Pasukan AS lakukan serangan balasan

ilustrasi perang
ilustrasi perang (pexels.com/Pixabay)

Di tengah ketegangan itu, CENTCOM melaporkan militer AS telah menggempur korvet kelas Jamaran milik Iran pada tahap awal Operasi Epic Fury. Kapal perang tersebut dilaporkan tenggelam di sekitar dermaga Chah Bahar, Teluk Oman.

Sementara itu, melalui akun konsulatnya di Hyderabad yang diunggah di X, Iran memaparkan klaim lain. Mereka menyebut empat drone menghantam kapal dagang pembawa amunisi bagi kapal perang AS di area labuh Jebel Ali hingga terjadi kerusakan dan ledakan besar. Iran juga mengklaim empat rudal balistik serta 12 drone menyerang pangkalan angkatan laut AS di kawasan Abdullah Mubarak, Kuwait, yang disebut mengakibatkan infrastruktur rusak berat serta sejumlah personel AS tewas dan terluka.

Di sisi lain, badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) mencatat dua kapal komersial menjadi target serangan di Selat Hormuz. Satu kapal dilaporkan diserang di perairan lepas Oman, sedangkan kapal lainnya di sekitar perairan Uni Emirat Arab.

3. Iran gunakan rudal balistik anti-kapal

ilustrasi peluncuran rudal
ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)

Iran menyatakan telah mengerahkan rudal balistik anti-kapal dalam operasi tersebut, jenis persenjataan yang relatif baru digunakan di medan tempur. Kelompok Houthi di Yaman sebelumnya memakai rudal serupa untuk menyerang kapal dagang di Laut Merah sejak 2023.

Dilansir The Economic Times, USS Abraham Lincoln (CVN-72) merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS. Kapal ini mengoperasikan jet tempur siluman F-35 yang sulit terdeteksi radar dan biasanya dikawal tiga kapal perusak bersenjata rudal jelajah Tomahawk serta satu kapal selam bertenaga nuklir dengan kemampuan peluncuran rudal serupa. Citra satelit yang telah diverifikasi BBC Verify menunjukkan kapal tersebut berada di dekat pantai Oman pada bulan lalu.

Di dalam negeri AS, perbedaan laporan dari kedua pihak memicu keresahan publik. Banyak warga mencari informasi secara daring mengenai potensi perang dengan Iran, sementara sebagian diaspora Iran dilaporkan menggelar perayaan di Los Angeles.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Sonya Michaella
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More