Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Islamic Revolutionary Guard Corps, Pasukan Militer Iran yang Berpengaruh

Apa Itu Islamic Revolutionary Guard Corps, Pasukan Militer Iran yang Berpengaruh
Komando Angkatan Laut Angkatan Darat IRGC dan kapal rudal dalam Great Prophet IX Maneuver di wilayah umum Selat Hormuz, Teluk Persia. Tanggal 25–27 Februari 2015 (sayyed shahab-o- din vajedi, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dibentuk pasca-Revolusi Islam 1979 sebagai penjaga ideologi rezim baru dan hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi Iran.
  • IRGC berkembang pesat sejak era Ali Khamenei, membentuk Pasukan Quds untuk operasi luar negeri serta memperluas pengaruhnya di bidang militer, politik, dan ekonomi nasional.
  • Kekuatan besar IRGC memicu kontroversi internasional karena keterlibatannya dalam konflik regional dan pelanggaran HAM, membuat beberapa negara menjatuhkan sanksi serta menetapkannya sebagai organisasi teroris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) adalah pasukan militer paramiliter paling berpengaruh di Iran yang dibentuk setelah Revolusi Islam 1979 sebagai penjaga ideologi rezim yang baru berkuasa. Berbeda dari militer reguler Iran, IRGC hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi dan punya kewenangan luas di bidang militer, politik, ekonomi, dan kebijakan luar negeri.

Table of Content

1. Pembentukan awal

1. Pembentukan awal

Dilansir Brittanica, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) lahir dari Revolusi Iran 1978–1979. Pada April 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini mendirikannya lewat dekrit untuk menyatukan kelompok paramiliter pro-revolusi dan menjadi penyeimbang militer reguler (Artesh) yang sebelumnya loyal kepada Shah. Keberadaan IRGC kemudian ditegaskan dalam konstitusi baru Iran pada tahun yang sama.

Di awal berdirinya, IRGC sempat bersitegang dengan Presiden pertama Iran, Abolhasan Banisadr. Namun pada era Ali Khamenei, organisasi ini mendapat dukungan sumber daya besar dan berkembang pesat, terutama saat Perang Iran–Irak. IRGC memperluas struktur militernya, membentuk Pasukan Quds untuk operasi luar negeri (aktif sejak 1982 di Lebanon), serta mendirikan angkatan laut dan udara pada 1985, menjadikannya kekuatan militer dan politik yang semakin dominan di Iran.

2. Peran dan pengaruhnya

IRGC memainkan peran sentral dalam politik dan keamanan Iran. Pasukan ini tidak hanya menjaga stabilitas rezim di dalam negeri, tetapi juga mendukung jaringan milisi di berbagai negara di Timur Tengah melalui Quds Force, termasuk kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan yang lainnya sebagai bagian dari apa yang disebut “Axis of Resistance” terhadap pengaruh Barat dan Israel.

Selain tugas militer, IRGC juga memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi dengan terlibat di sektor infrastruktur, bank, konstruksi, dan perdagangan. Kekuatan ekonomi ini makin memperluas jaringan kekuasaannya di dalam negeri dan mendukung operasi militer maupun politiknya, dilansir Council on Foreign Relations.

3. Kontroversi dan pandangan internasional

Karena kekuatannya yang besar dan keterlibatannya dalam konflik regional serta penumpasan protes domestik, IRGC sering menjadi sorotan dan kontroversi internasional. Beberapa negara dan organisasi menuduhnya terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia serta mendukung kekerasan melalui proxy di luar negeri. Karena itu, kelompok ini telah mendapatkan sanksi dan bahkan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara.

IRGC sekarang dipandang bukan hanya sebagai pasukan militer, tetapi sebagai institusi kuat yang mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan politik dan keamanan Iran, serta jadi faktor penting dalam dinamika konflik di Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Delvia Y Oktaviani
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More