Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
China Perketat Aturan Disiplin untuk Pejabat Tinggi Militer
bendera China (pixabay.com/PublicDomainPictures)
  • Komisi Militer Pusat China merilis aturan baru berisi tujuh bagian dan 26 pasal untuk memperkuat pengawasan, pendidikan, serta pengelolaan pejabat tinggi militer.
  • Kebijakan ini muncul setelah beberapa pejabat senior, termasuk dua mantan Menteri Pertahanan, diberhentikan akibat pelanggaran hukum dan korupsi di tubuh militer.
  • Presiden Xi Jinping menegaskan kesetiaan penuh kepada Partai Komunis sebagai syarat utama bagi aparat militer demi membentuk kepemimpinan yang bersih dan disiplin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi Militer Pusat China resmi menerbitkan aturan baru mengenai kedisiplinan bagi pejabat tinggi militer, pada Rabu (27/5/2026). Kebijakan ini merupakan langkah Presiden Xi Jinping untuk memperkuat pengawasan di dalam tubuh Tentara Pembebasan Rakyat.

Aturan tersebut dikeluarkan di tengah upaya penertiban dari praktik korupsi di lingkungan petinggi militer China. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat pertahanan tingkat atas telah dijatuhi sanksi dan diberhentikan akibat keterlibatan dalam kasus pelanggaran hukum tersebut.

1. Aturan baru mengatur pendidikan dan pengawasan pejabat

ilustrasi militer China (pexels.com/Flávia Vicentini)

Komisi Militer Pusat menerbitkan dokumen berisi langkah-langkah untuk memperkuat pendidikan, pengelolaan, dan pengawasan pejabat senior militer. Dokumen ini dibuat agar perilaku pejabat tinggi dapat dipantau secara lebih tertib.

Aturan baru itu terdiri atas tujuh bagian dan 26 pasal. Fokus utamanya meliputi pemahaman ideologi, kepemimpinan bersama dalam komite partai, kegiatan politik internal, pedoman pemilihan anggota, hingga pengawasan ketat terhadap pimpinan utama.

2. Kebijakan kedisiplinan dilakukan setelah pejabat komisi militer berkurang

Band Militer China (commons.wikimedia.org/Mil.ru)

Kebijakan kedisiplinan ini diterapkan secara tegas setelah sejumlah kasus pelanggaran membuat jumlah pejabat di Komisi Militer Pusat menyusut.

Pada 2024 lalu, dua mantan Menteri Pertahanan China, yakni Li Shangfu dan Wei Fenghe, dikeluarkan dari Partai Komunis China karena melanggar aturan dan hukum. Terkait dinamika yang terjadi di dalam tubuh militer negaranya, Presiden Xi mengakui adanya tantangan dalam penegakan hukum.

"Tahun lalu adalah masa yang penuh tantangan dan di luar kebiasaan bagi militer. Pemberantasan korupsi di militer harus terus dilanjutkan dan tidak ada tempat aman bagi orang-orang yang melakukan korupsi," kata Presiden Xi Jinping, dilansir Associated Press.

3. Kesetiaan kepada partai menjadi syarat wajib

ilustrasi bendera China (unsplash.com/huichaoji)

Selain kepatuhan pada hukum, Presiden Xi juga menjadikan kesetiaan politik sebagai syarat utama bagi setiap aparat. Pengawasan kini lebih ditekankan pada cara para pejabat tinggi dalam menjalankan tugas, menggunakan wewenang jabatan, serta menjalani kehidupan sehari-hari.

"Semua anggota militer harus setia kepada partai," tegas Presiden Xi Jinping.

Penerapan kedisiplinan ini pada akhirnya bertujuan untuk mendukung kemajuan pertahanan negara. Komisi Militer Pusat berharap dapat membentuk jajaran pimpinan yang bersih dan patuh, sehingga mampu memimpin para prajurit dengan baik dalam menjalankan tugas militer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article