Xi Jinping Buka Suara soal 'Bersih-Bersih' Jajaran Militer China

- Xi memuji pasukan PLA bahwa mereka dapat dipercaya.
- Pernyataan terbaru Xi tidak menjelaskan detail tentang yang terjadi dalam militer China.
- Deretan jenderal China dalam penyelidikan disiplin hingga dipecat.
Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping secara terbuka menyinggung peristiwa penindakan baru-baru ini yang menyebabkan jenderal militer tertinggi di negara itu dicopot dari jabatannya.
"Tahun lalu merupakan tahun yang tidak biasa dan luar biasa. Militer telah memajukan perbaikan politik yang mendalam dan mengalami penempaan revolusioner dalam memerangi korupsi," kata Xi dalam pidato virtual pada 10 Februari 2026, dikutip dari NHK News, Kamis (12/2/2026).
Sejak berkuasa, Xi telah meluncurkan serangkaian kampanye antikorupsi. Ia telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama pemerintahannya. Menurutnya, korupsi adalah ancaman terbesar bagi Partai Komunis China (CCP), tetapi para kritikus menganggap tindakan Xi tersebut adalah alat untuk membersihkan para rival politiknya.
1. Xi memuji pasukan PLA bahwa mereka dapat dipercaya
Dalam pernyataannya tersebut, Xi juga menambahkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah secara efektif mengatasi berbagai risiko dan tantangan. "Pasukan PLA telah setia kepada partai dan telah membuktikan diri mereka mampu dan dapat dapat diandalkan," ungkapnya.
Pernyataan terbarunya ini merupakan bagian dari ucapan selamat Tahun Baru Imlek tahunan Xi kepada PLA. Ini adalah pertama kalinya sejak 2022, ia menyinggung korupsi dalam ucapan selamat tahunannya.
2. Pernyataan terbaru Xi tidak menjelaskan detail tentang yang terjadi dalam militer China

BBC melaporkan, komentar terbaru dari Xi tersebut sangatlah tidak biasa. Ia tidak pernah mengadakan konferensi pers atau memberikan wawancara, bahkan kepada media China yang dikontrol ketat. Namun, pernyataan ini dinilai sebagai upaya meyakinkan kader partai dan publik bahwa pembersihan tersebut adalah bagian dari rencana besar, bukan sekadar ketidakstabilan internal.
Langkah Xi ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa gelombang pemecatan pejabat tinggi terbaru akan berdampak pada kemampuan militer untuk berperang dan memenangkan perang dalam waktu dekat.
Chong Ja Ian, seorang profesor dari National University of Singapore, mengatakan bahasa yang digunakan Xi seputar pembersihan tersebut tidak memberikan banyak detail tentang apa yang sebenarnya terjadi di internal, apakah itu benar-benar korupsi, perebutan kekuasaan politik, pembersihan terang-terangan, atau sesuatu yang lain.
"Publisitas seputar pembersihan itu dimaksudkan sebagai sinyal. Hal ini kemungkinan besar bersifat domestik dan internal bagi CCP, daripada hal lainnya. Ini menunjukkan konsekuensi berat dari korupsi atau tidak mengikuti preferensi Xi dengan cukup cermat, apapun preferensi tersebut pada saat tertentu," kata Chong.
3. Deretan jenderal China dalam penyelidikan disiplin hingga dipecat

Dilansir Nikkei Asia, dalam beberapa dekade terakhir, PLA sedang menghadapi guncangan internal luar biasa. Penyelidikan disiplin terhadap dua jenderal tertinggi, He Weidong (dipecat Oktober 2024) dan Zhang Youxia (diselidiki Januari 2026), telah melumpuhkan struktur komando tertinggi China.
Dari 7 anggota Komisi Militer Pusat (CMC), kini hanya tersisa 2 orang, yaitu Presiden Xi Jinping sebagai ketua dan Zhang Shengmin sebagai wakil ketua baru. Sementara, 3 kursi lainnya kosong menyusul pemecatan Li Shangfu pada 2024 dan Miao Hua pada 2025, serta penyelidikan korupsi terhadap Liu Zhenli bulan lalu. Pembersihan ini juga berimbas pada sejumlah komandan pasukan nuklir, yang mengindikasikan ketidakstabilan di unit paling sensitif China.
Kejatuhan Zhang Youxia berdampak besar. Sebab, sebagai veteran tempur langka, ia merupakan sosok kunci dalam pengambilan keputusan strategis terkait Taiwan. Ketidakpastian kepemimpinan ini terjadi tepat saat Beijing gencar melakukan modernisasi militer dan proyeksi kekuatan di kancah global.


















