Jakarta, IDN Times - Sumber industri perdagangan Jepang mengatakan China telah memperketat pemeriksaan ekspor logam tanah jarang dan logam langka lainnya ke negaranya sejak awal bulan ini. Tindakan ini terjadi setelah Beijng memperketat kontrol ekspor barang-barang dwiguna ke Jepang pada 6 Januari 2026 di tengah perselisihan diplomatik bilateral antara kedua negara mengenai Taiwan.
Disebutkan, pihak berwenang Beijing meminta dokumen tambahan termasuk informasi rantai pasokan yang terperinci. Informasi meliputi data perusahaan-perusahaan yang membeli unsur-unsur langka, produk akhir yang akan dibuat dengan bahan-bahan tersebut, rute pengiriman, dan apakah barang-barang yang akan diproduksi di Jepang dengan mineral tersebut akan diekspor ke negara ketiga termasuk Amerika Serikat.
"Langkah tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan penundaan signifikan dalam pengiriman mineral penting yang digunakan dalam barang-barang berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik dan semikonduktor," kata sumber tersebut pada Sabtu (17/1/2026), dikutip dari Kyodo News.
