Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menegaskan bahwa permintaan maaf Jepang atas pembobolan kedutaannya di Tokyo oleh seorang perwira militer bersenjata tajam masih jauh dari cukup. Juru bicara kementerian tersebut, Lin Jian, mendesak Tokyo untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
"Kami mendesak Jepang memberikan penjelasan yang bertanggung jawab atas insiden serius ini," kata Lin dalam konferensi pers pada Jumat (27/3/2026), dilansir Asahi Shimbun.
Insiden ini memperkeruh hubungan Beijing-Tokyo yang telah menegang sejak November lalu. Gesekan meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengisyaratkan kesiapan militer jika aktivitas China di Taiwan mengancam wilayah Jepang. Sementara itu, Beijing menilai insiden kedutaan ini sebagai bentuk kegagalan perlindungan diplomatik yang memerlukan tindakan tegas melampaui sekadar kata-kata penyesalan.
