Comscore Tracker

DPR AS Keluarkan Perusahaan-Perusahaan Tiongkok dari Bursa Saham AS

Dengan demikian, Trump menambah tekanan ke Tiongkok

Washington, D.C, IDN Times - DPR Amerika Serikat akhirnya menyetujui undang-undang yang berisi mengeluarkan perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam daftar bursa saham Amerika Serikat pada hari Rabu, 2 Desember 2020, malam waktu setempat. Ini merupakan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menambah tekanan perekonomian ke pihak Tiongkok. Bagaimana awal ceritanya?

1. Tak hanya itu, Trump juga melarang impor kapas dari organisasi militer Tiongkok yang berada di Xinjiang

DPR AS Keluarkan Perusahaan-Perusahaan Tiongkok dari Bursa Saham ASIlustrasi hubungan Amerika Serikat-Tiongkok. (Pixabay.com/AbsolutVision)

Dilansir dari The Guardian, pihak DPR Amerika Serikat telah mengeluarkan undang-undang yang mengeluarkan perusahaan-perusahaan Tiongkok, kecuali mereka sepenuhnya memenuhi aturan audit negara serta memberi Trump satu senjata untuk mengancam Tiongkok sebelum keluar dari jabatannya. Langkah tersebut sudah disetujui DPR dengan suara bulat setelah melewati Senat yang juga berakhir dengan suara bulat dan mengirimkannya ke Trump. Ini juga berlaku untuk perusahaan dari negara manapun, akan tetapi sponsor undang-undang tersebut bermaksud menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat seperti Alibaba, Pinduoduo, dan PetroChina.

Tak sampai di situ saja, Trump juga melarang impor kapas dari organisasi militer Tiongkok yang kuat di Xinjiang dengan alasan menggunakan kerja paksa dari warga Uighur yang sudah ditahan. Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat menahan perintah pelepasan yang melarang produk kapas dari Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC). Sebelumnya, pada tahun 2015 lalu XPCC sudah memproduksi sekitar 30 persen kapas Tiongkok.

2. CEO American Securities Association menilai tindakan DPR telah menghentikan penipuan yang dilakukan Tiongkok di bursa saham Amerika Serikat

DPR AS Keluarkan Perusahaan-Perusahaan Tiongkok dari Bursa Saham ASIlustrasi layar pergerakan saham. (Pixabay.com/3844328)

CEO American Securities Association, Chris Iacovella, mengatakan tindakan DPR tersebut merupakan langkah besar untuk mengakhiri penipuan yang dilakukan Tiongkok di pasar modal Amerika Serikat. Ia juga menambahkan memberikan pujian terhadap seluruh anggota parlemen karena bersatu untuk melindungi investor Amerika Serikat dan para penabung pensiunan dari perusahaan curang yang dikendalikan oleh partai Komunis Tiongkok.

Undang-undang audit akuntasi federal juga diperkuat, termasuk melalui inspeksi yang dipermasalahkan dalam RUU ini, setelah adanya sejumlah skandal penting di mana Enron, WorldCom, dan perusahaan publik lainnya memasukkan entri neraca penipuan untuk menipu investor. Tetapi ketika ekuitas Tiongkok mengalir ke bursa saham Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, masalah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara para anggota parlemen, pendukung investor, serta Trump sendiri.

Baca Juga: AS Tuduh Tiongkok Langgar Sanksi PBB terhadap Korea Utara

3. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menilai ini merupakan keputusan diskriminatif

DPR AS Keluarkan Perusahaan-Perusahaan Tiongkok dari Bursa Saham ASJuru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying. (Twitter.com/MFA_China)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan sebelum diadakan pemungutan suara oleh DPR Amerika Serikat, ini merupakan kebijakan diskriminatif yang secara politik menindas perusahaan-perusahaan Tiongkok. Ia juga menambahkan alih-alih membuat lapisan penghalang, pihaknya berharap Amerika Serikat dapat menyediakan lingkungan yang adil dan tidak diskriminatif bagi perusahaan asing untuk berinvestasi dan beroperasi di Amerika Serikat. Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat masih belum angkat bicara mengenai keputusan yang diambil DPR Amerika Serikat ini.

Seorang juru bicara dari perusahaan Alibaba menunjuk pada komentar mengenai RUU ini dari bulan Mei 2020 lalu. Kepala Keuangan dari perusahaan Alibaba, Maggie Wu, mengatakan kepada para investor bahwa perusahaan akan berusaha untuk mematuhi undang-undang apapun yang bertujuan untuk melindungi dan memberikan transparansi kepada investor yang membeli saham Alibaba di sekuritas di bursa saham Amerika Serikat. Otoritas Tiongkok telah lama enggan membiarkan regulator luar negeri dengan memeriksa firma akuntansi lokal dengan alasan masalah keamanan nasional.

Baca Juga: Kimchi Diklaim Media Tiongkok, Korea Selatan Geram

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya