Comscore Tracker

Karena Perubahan Iklim, Ribuan Murid di Australia Mogok Sekolah

Mereka menilai kebijakan ini dinilai tidak memadai

Sydney, Australia, IDN Times - Ada pemandangan menarik yang terjadi di Australia. Pasalnya, ribuan murid sekolah di Australia mogok sekolah pada hari ini waktu setempat lantaran perubahan iklim yang diatur oleh pemerintah Australia dinilai tidak memadai. Bagaimana awal ceritanya?

1. Aksi mogok sekolah ini terinspirasi dari murid sekolah asal Swedia

Karena Perubahan Iklim, Ribuan Murid di Australia Mogok Sekolahtwitter.com/LatestNews24x7

Dilansir dari The Guardian, ribuan anak sekolah yang berada di Australia melakukan aksi mogok sekolah menentang tindakan pemerintah setempat mengenai perubahan iklim. Aksi yang dinamai "Strike 4 Climate Action" ini terinspirasi oleh seorang murid sekolah asal Swedia bernama Greta Thunberg yang melibatkan anak-anak di ibu kota dan 20 pusat regional seperti Ballarat dan Newcastle. Lebih dari seribu murid sekolah dasar dan menengah telah memenuhi tempat seperti Martin Place di Sydney dan para murid di Melbourne berbaris melalui jalan-jalan sehingga membuat kondisi lalu lintas di sekitarnya menjadi macet.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, meminta kepada para murid untuk tidak melakukan aksi ini dan mengatakan kepada mereka menjadi kurang aktif. Meski sudah diperingatkan, tampaknya ribuan murid sekolah di Australia tak mau mendengarnya dan justru membuat antusias mereka untuk melakukan aksi protes ini menjadi bertambah banyak. "Kami akan menjadi orang-orang yang menderita akibat konsekuensi dari keputusan yang mereka (politisi) buat hari ini," ungkap salah seorang pengunjuk rasa yang diketahui bernama Jagveer Singh seperti yang dikutip dari BBC.

2. Sebelumnya, Australia bertekad mengurangi emisi sebesar 26-28% berdasarkan sebuah perjanjian

Karena Perubahan Iklim, Ribuan Murid di Australia Mogok Sekolahtwitter.com/350

Australia telah bertekad untuk mengurangi emisi sebesar 26-28% pada tingkat 2005 di tahun 2030 berdasarkan perjanjian iklim Paris. Morrison baru-baru ini mengutip target energi terbarukan, dana pembelian energi bersih, dan proyek pembangkit listrik tenaga air sebagai bukti kemajuan Australia. "Apa yang kami inginkan adalah lebih banyak belajar di sekolah dan kurang aktivisme di sekolah," ungkap pernyataan Morrison pada hari Senin lalu seperti yang dikutip dari BBC. Awal pekan ini, PBB mengatakan Australia bersama negara-negara lainnya gagal memenuhi komitmen emisi mereka. Hal ini membuat Australia menilai tidak ada perbaikan dalam kebijakan iklimnya sejak tahun lalu seperti menurut laporan kesenjangan emisi.

3. Para siswa menilai keadaan seperti ini sudah dipikirkan sejak lama

Karena Perubahan Iklim, Ribuan Murid di Australia Mogok Sekolahtwitter.com/smh

Keadaan darurat seperti ini ternyata sudah lama sekali dipikirkan oleh para murid dan mereka menginginkan pihak pemerintah mengakui bahwa ini adalah sebuah krisis. "Keadaan darurat perubahan iklim adalah sesuatu yang telah kita pikirkan sejak lama. Kami menulis surat dan melakukan hal yang berbeda tetapi mereka sepertinya tidak pernah membuat perbedaan. Sungguh, pendidikan adalah kekuatan kami satu-satunya. Dengan mengorbankan itu pada hari Jumat, itu membuat titik pentingnya," ungkap seorang murid yang diketahui bernama Harriet O'Shea Carre seperti yang dikutip dari BBC.

Serupa dengan rekannya, Milou Albrect, yang menilai sangat khawatir dengan masa depan lingkungan di negaranya. "Kami ingin pemerintah kami mengakui secara terbuka bahwa perubahan iklim adalah krisis. Hentikan penggalian batubara, berhenti membuat tambang batu bara baru, beralih ke energi terbarukan. Ini benar-benar menakutkan bagi kita," ungkap Milou Albrect yang dikutip dari BBC. Pada hari Selasa lalu, para senat menyetujui mosi untuk mendukung para siswa untuk aksi gerakan peduli lingkungan oleh Steele-John dan rekan senator dari Partai Hijau, Mehreen Faruqi. 

Baca Juga: Gak Disangka, Pantai Eksotis Ini Ada di Rusia yang Beriklim Dingin!

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Berita Terkini Lainnya