Jakarta, IDN Times – Pemerintah Israel mengumumkan rencana pembangunan permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, meski mendapat ancaman sanksi dari komunitas internasional.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Palestina dan kritik dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyampaikan pengumuman tersebut pada Kamis (29/5/2025). Ia dikenal sebagai pendukung kuat ekspansi permukiman. Langkah ini dinilai sebagai respons atas pengakuan negara Palestina oleh sejumlah negara Eropa, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik.