Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinilai Ancam Kedaulatan, Zimbabwe Tolak Bantuan Kesehatan dari AS
ilustrasi bendera Zimbabwe (Pixabay/David_Peterson)
  • Pemerintah Zimbabwe menolak bantuan kesehatan senilai 350 juta dolar AS dari Amerika Serikat karena dianggap mengancam kedaulatan dan meminta akses sensitif terhadap data kesehatan warganya.
  • Penolakan ini berpotensi memperburuk situasi kesehatan di Zimbabwe, terutama dalam penanganan HIV dan program gizi yang sebelumnya didukung oleh dana bantuan dari AS.
  • Pada hari yang sama, Zimbabwe juga menangguhkan ekspor mineral mentah dan lithium untuk menjaga kepentingan nasional serta mendorong kebijakan hilirisasi industri pertambangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Zimbabwe menolak menerima dana bantuan kesehatan dari Amerika Serikat (AS) senilai 350 juta dolar AS (Rp5,8 triliun). Keputusan ini mengenai ancaman intervensi dan masalah kedaulatan negara. 

Penolakan ini menjadi akhir dari negosiasi antara AS dan Zimbabwe mengenai America First Global Health Strategy. Lewat program bantuan ini, Washington mempromosikan mekanisme baru dalam mendukung kesehatan Afrika di masa depan. 

Sebelumnya, AS sudah memasukkan Zimbabwe dalam pembatasan perjalanan. Langkah ini menyusul perluasan kebijakan imigrasi di bawah pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. 

1. Tolak berikan akses data kesehatan warga Zimbabwe

Zimbabwe mengatakan penolakan ini karena AS meminta akses jangka panjang kepada data kesehatan warganya. Harare menyebut, permintaan itu sangat sensitif milik penduduk Zimbabwe. 

“Tolong anjurkan Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa agar tidak melanjutkan negosiasi dengan AS. Sebab persetujuan itu merusak kedaulatan dan kemerdekaan Zimbabwe sebagai negara,” terangnya, dikutip dari Business Insider Africa, Rabu (25/2/2026).

Selain itu, Zimbabwe mengaku bahwa tindakan itu berlawanan dengan komitmen multilateralisme. Terutama setelah AS menjauhkan diri dari dan memilih keluar dari World Health Organization (WHO). 

2. Zimbabwe terancam masalah kesehatan

Dilansir Tuko News, Zimbabwe sangat rentan terkait masalah kesehatan imbas maraknya penularan virus HIV. Pembatalan perjanjian dengan AS ini akan membuat Zimbabwe kehilangan bantuan dalam menanggulangi penyebaran HIV dan program gizi lainnya. 

Negosiasi antara AS dan Zimbabwe soal dana bantuan kesehatan ini memunculkan isu mengenai mineral langka. Terdapat kemungkinan adanya permintaan AS untuk dapat mengakses mineral langka penting dari Zimbabwe. 

3. Zimbabwe tangguhkan seluruh ekspor mineral mentah dan lithium

Pada hari yang sama, Zimbabwe menangguhkan seluruh ekspor mineral mentah dan konsentrat lithium hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini menanggapi adanya dugaan pelanggaran dan kebocoran. 

“Pemerintah berharap kerja sama industri pertambangan terkait kebijakan yang mengutamakan kepentingan nasional. Pemerintah tetap berkomitmen pada hilirisasi dan mengikuti aturan resmi dari ekspor mineral asal Zimbabwe,” katanya, dilansir dari CNBC

Mayoritas dari ekspor mineral Zimbabwe mengalir ke China untuk bahan baku pembuatan baterai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team