Jakarta, IDN Times – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempercepat penambahan personel, anggaran, serta berbagai perlengkapan untuk mendukung operasi militer bersama Israel melawan Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026). Sejumlah dokumen internal dan pernyataan resmi menunjukkan bahwa konflik tersebut dipersiapkan berlangsung lebih lama dibanding perkiraan publik yang sebelumnya memperkirakan hanya sekitar empat minggu.
Pada awalnya Trump menggambarkan operasi ini sebagai aksi singkat dengan durasi sekitar 4-5 minggu. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjelaskan dalam pernyataan pada Rabu (4/3/2026) bahwa jangka waktu operasi masih dapat berubah sesuai perkembangan situasi.
“Kamu bisa bilang empat minggu, tapi bisa jadi enam, bisa jadi delapan, bisa jadi tiga. Pada akhirnya, kami yang menentukan kecepatan dan tempo. Musuh sedang tidak seimbang, dan kami akan terus membuat mereka tidak seimbang,” katanya, dikutip dari Economic Times.
