Pengadilan London telah memutuskan bahwa Charlie Gard, bayi berusia tujuh bulan dari London, Inggris, yang menderita penyakit genetik langka bernama mitochondrial depletion syndrome, harus dibiarkan meninggal karena para dokter yang merawatnya menyatakan ia tak bisa disembuhkan lagi.
Karena penyakitnya itu, otak Charlie terganggu sehingga seluruh otot badannya lemah dan ia tak bisa menangis atau tertawa. Keputusan pengadilan tersebut sangat mengejutkan bagi kedua orangtua Charlie, Chris Gard dan Connie Yates, yang ingin memperjuangkan nasib anak mereka dengan membawanya berobat di AS.
Di sana, Charlie akan dirawat memakai metode pengobatan eksperimental yang belum pernah diuji sebelumnya. Walau kemungkinan besar tak berhasil, tapi orangtua Charlie hanya ingin kesempatan terakhir untuk putranya.