Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Drone Ukraina Hantam Menara ATC, Penerbangan di Rusia Lumpuh
Pesawat Aeroflot. (unsplash.com/robert_aardenburg)
  • Serangan drone Ukraina menghantam menara ATC di Rostov-on-Don, membuat 13 bandara di Rusia selatan ditutup sementara dan ratusan penerbangan dibatalkan.
  • Penundaan penerbangan menyebabkan sekitar 14 ribu penumpang terlantar, sementara pemerintah mengalihkan perjalanan lewat bus dan kereta api.
  • Warga Cheboksary beralih ke sekolah online akibat ancaman rudal, sementara Rusia dan Ukraina saling tuding melanggar gencatan senjata dengan ratusan serangan terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Transportasi Rusia mengumumkan penundaan dan pembatalan ratusan penerbangan di 13 bandara bagian selatan Rusia. Bahkan, belasan bandara tersebut terpaksa ditutup sementara. 

Penutupan ini ditetapkan setelah adanya dugaan drone dari Ukraina yang menghantam menara air traffic control (ATC) di Rostov-on-Don. Sebab, ATC tersebut yang mengatur lalu lintas udara di Rusia bagian selatan. 

“ATC regional yang dikontrol dari Rostov-on-Don untuk sementara ditutup karena serangan drone Ukraina. Semua personel aman dan peralatan masih dalam pengujian,” tuturnya, dikutip dari Politico, Sabtu (9/5/2026).

1. Terdapat 14 ribu penumpang yang terlantar

Asosiasi Operator Penerbangan Rusia mengatakan penundaan dan pembatalan ini menyebabkan setidaknya 14 ribu penumpang terlantar. Sedangkan maskapai seperti Aeroflot, Pobeda, Nordwind, dan Rossiya Airlines terpaksa menunda atau membatalkan sejumlah penerbangan. 

Dilansir The Moscow Times, Menteri Transportasi Rusia, Andrey Nikitin meminta maskapai tersebut untuk berkoordinasi dengan Direktorat Persatuan Transportasi dan Russian Railway. Langkah ini untuk mengalihkan penumpang menggunakan bus atau kereta api. 

2. Kota di Rusia umumkan sekolah online imbas ancaman rudal

Pada saat yang sama, Wali Kota Cheboksary, Stanislav Trofimov mengumumkan penutupan sekolah dan universitas imbas ancaman rudal. Selain itu, warga juga di Republik Chuvas yang berjarak 900 km dari Ukraina itu dianjurkan untuk membatasi perjalanannya. 

Dilansir Novaya Gazeta, pengumuman ini setelah adanya serangan rudal dari Ukraina yang mengenai beberapa gedung apartemen di Cheboksary pada Senin malam. Otoritas setempat menyebut, serangan menyebabkan 2 warga tewas dan 37 terluka. 

3. Rusia dan Ukraina saling tuding langgar gencatan senjata

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa Ukraina sudah melanggar gencatan senjata. Mereka mengatakan, terdapat lebih dari 260 drone Ukraina yang berhasil ditembak di seluruh Rusia pada Jumat pagi. 

Di sisi lain, Ukraina menuding Rusia juga melanggar gencatan senjata. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa militernya sudah mencatat ada 850 serangan dari Rusia sejak tengah Kamis tengah malam. 

“Semua ini menunjukkan bahwa Rusia tidak mengupayakan gencatan senjata di garis depan, seperti yang sudah kami lakukan dalam 24 jam. Maka, Ukraina akan merespons dengan baik hari ini,” katanya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team