“Kemenangan akan selalu menjadi milik kita. Hal ini (perang dengan Ukraina) akan segera berakhir,” ujar Putin dalam pidatonya di acara peringatan 81 tahun kemenangan Rusia atas Nazi Jerman yang digelar pada Sabtu (9/5/2026), seperti dilansir Al Jazeera.
Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Segera Usai, Sinyal Damai?

- Vladimir Putin menyatakan perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung empat tahun akan segera berakhir, mengklaim Rusia telah meraih kemenangan besar atas Ukraina.
- Putin menyampaikan kesiapannya bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga untuk membahas perjanjian damai, menandakan perubahan sikap dari sebelumnya.
- Rusia dan Ukraina telah beberapa kali melakukan negosiasi damai di Abu Dhabi dan Jenewa dengan mediasi Amerika Serikat, namun seluruh upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara mengejutkan memberikan komentar soal perang antara Rusia dan Ukraina. Ia menyebut perang kedua negara yang kini sudah genap berjalan empat tahun bakal segera usai. Sebab, ia mengklaim Rusia sudah menang telak atas Ukraina.
Sejumlah pengamat menilai pernyataan Putin tadi merupakan sinyal damai antara Rusia dan Ukraina. Sebab, pernyataan tadi tidak biasanya disampaikan oleh Putin. Umumnya, ia selalu menegaskan bahwa perang dengan Ukraina akan berlanjut sampai mereka mengaku kalah dan mau menyerahkan sebagian besar wilayahnya ke Rusia.
1. Putin siap bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy

Dalam pidatonya, Putin juga mengatakan siap bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk menyelesaikan perjanjian damai. Namun, ia hanya bersedia bertemu di negara ketiga.
Pada April lalu, Putin sudah menyatakan siap bertemu Zelenskyy untuk membicarakan perdamaian di antara kedua negara. Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov. Namun, berbeda dengan saat ini, Putin kala itu hanya bersedia bertemu di Ibu Kota Moskow.
“Yang terpenting adalah tujuan pertemuan tersebut. Mengapa mereka harus bertemu? (Vladimir) Putin mengatakan dia siap bertemu di Moskow kapan saja. Yang utama adalah adanya tujuan pertemuan dan yang terpenting, pertemuan tersebut harus produktif. Ini hanya dapat dilakukan untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan (perdamaian),” ujar Peskov dilansir Anadolu Agency.
2. Putin sebelumnya kerap menghambat proses perdamaian

Kesiapan ini menunjukkan bahwa Putin benar-benar bersedia untuk mengakhiri perang. Ini berbeda dengan sikap Putin pada Februari lalu. Sebab, menurut Zelenskyy, Putin kala itu kerap menghambat negosiasi damai agar dirinya bisa terus menyerang Ukraina.
“Kita bisa melihat bahwa beberapa persiapan telah dilakukan. Namun, untuk saat ini, posisi masih berbeda karena negosiasi tidak mudah,” kata Zelenskyy kepada wartawan pada saat itu dilansir The Guardian.
3. Rusia dan Ukraina sudah berkali-kali melakukan negosiasi damai

Sebetulnya, Rusia dan Ukraina sendiri sudah berkali-kali menggelar negosiasi damai bersama Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator. Namun, dalam negosiasi tersebut, Putin tidak pernah ikut serta. Hanya Zelenskyy dan jajarannya saja yang biasanya bertemu dengan perwakilan Rusia.
Negosiasi pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, UEA, pada 23–24 Januari dan pada 4–5 Februari 2026. Namun, kedua upaya tersebut gagal menghasilkan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
Negosiasi damai tahap ketiga juga sudah dihelat di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, negosiasi tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan perdamaian. Ini membuat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina berjalan alot.

















