Ukraina Sebut Rusia Kirimkan Balon Sinyal Lewat Belarus

- Pasukan Ukraina mendeteksi balon udara dari Belarus yang diidentifikasi berasal dari Rusia dan digunakan untuk memperkuat sinyal persenjataan saat menyerang Ukraina.
- Juru bicara DPSU menegaskan ancaman dari Belarus tidak pernah hilang karena negara itu terus mendukung agresi Rusia, termasuk melalui aktivitas balon dan drone di perbatasan.
- Presiden Zelenskyy melaporkan aktivitas tak biasa di perbatasan Belarus serta menandatangani sanksi baru terhadap entitas terkait rezim Lukashenko guna menekan keterlibatan Belarus dalam perang.
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Badan Penjaga Perbatasan Ukraina (DPSU), Andrii Demchenko mengatakan bahwa pasukan Ukraina sudah mendeteksi keberadaan balon udara dari teritori Belarus. Balon tersebut diidentifikasi berasal dari Rusia.
“Kemarin, kami mengobservasi sebuah benda yang masuk dari Belarus dan kemudian diidentifikasi sebagai balon. Pada dasarnya, ini adalah sistem meningkatkan sinyal persenjataan Rusia saat menyerang Ukraina,” katanya, dikutip dari United24, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya, Ukraina menuding bahwa Rusia ingin kembali menyeret Belarus dalam perang. Moskow juga berniat membangun zona penyangga di perbatasan Ukraina-Belarus.
1. Sebut ancaman dari Belarus tidak pernah hilang

Demchenko menambahkan, ancaman dari Belarus ke Ukraina memang tidak pernah hilang. Sebab, Belarus terus mendukung dan bermain di balik agresi Rusia di Ukraina.
“Ancaman dari Belarus tidak pernah hilang dan kami sudah mempersiapkan segala bentuk upaya perusakan stabilitas negara di sepanjang perbatasan dan ini termasuk dengan upaya provokasi,” tuturnya.
Kehadiran balon udara dari Belarus itu dideteksi bersamaan dengan gelombang aktivitas drone Rusia di Ukraina. Alhasil, Ukraina menduga balon itu digunakan untuk meneruskan komunikasi dan koordinasi drone saat melancarkan serangan.
2. Zelenskyy sebut ada aktivitas tidak biasa di perbatasan Belarus
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyampaikan, terdapat aktivitas tidak biasa di perbatasan Ukraina-Belarus. Namun, ia memastikan semuanya masih di bawah kendali dan pengawasan otoritas Ukraina.
“Ukraina akan merespons jika diperlukan. Ukraina sudah siap untuk mempertahankan diri dan melindungi rakyat dan kedaulatannya. Semua yang terlibat dalam agresi di Ukraina harus memahami ini,” terangnya, dilansir Ukrinform.
3. Zelenskyy setujui sanksi baru kepada entitas afiliasi rezim Belarus

Pekan lalu, Zelenskyy sudah menandatangani paket sanksi baru kepada entitas yang berafiliasi dengan Belarus. Selain itu, sanksi ini menyasar entitas yang berhubungan dengan anak Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.
Dilansir Ukrainska Pravda, Presiden Ukraina keenam itu memperingatkan bahwa Belarus tidak seharusnya ikut dalam perang di negaranya. Menurutnya, perang ini hanya mengenai Ukraina dan Rusia yang seharusnya berakhir dengan perdamaian.

















