Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Drone Ukraina Hantam Wilayah Estonia dan Latvia, Kok Bisa?
potret drone Ukraina (commons.wikimedia.org/Maxim Subotin)
  • Dua drone Ukraina salah sasaran dan menghantam wilayah Estonia serta Latvia, meski seharusnya diarahkan ke target militer Rusia.
  • Insiden serupa juga terjadi di Lithuania dua hari sebelumnya, menyoroti tantangan pertahanan udara di negara-negara Baltik dan NATO.
  • Perang Rusia-Ukraina masih berlanjut tanpa hasil diplomatik berarti, dengan kedua pihak terus saling melancarkan serangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua drone Ukraina dilaporkan menghantam wilayah Estonia dan Latvia pada Rabu (25/3/2026) pagi waktu setempat. Drone tersebut dikabarkan ditembak dari wilayah Rusia. 

Di Estonia, drone Ukraina menghantam pembangkit listrik Auvere. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan berarti imbas insiden tersebut. Sementara itu, di Latvia, drone hanya menghantam tanah dan tidak mengenai bangunan apa pun. 

1. Drone yang ditembakkan Ukraina ke Estonia dan Latvia salah sasaran

potret drone militer (commons.wikimedia.org/Beograd007)

Pemerintah Estonia dan Latvia mengatakan, drone yang menghantam wilayahnya  merupakan bagian dari perluasan serangan Ukraina ke Rusia. Sebab, saat ini, Ukraina sedang gencar melakukan serangan balasan untuk mengambil alih wilayah yang diambil pasukan Rusia.

Sayangnya, drone yang ditembakkan Ukraina justru salah sasaran dan malah menghantam wilayah Estonia dan Latvia. Seharusnya, drone tersebut menghantam target militer yang ada di Rusia. 

"Drone itu tidak diarahkan ke Estonia. Ini adalah konsekuensi nyata dari perang agresi skala penuh Rusia," kata Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, dalam sebuah unggahan di X, seperti dilansir Jerusalem Post.

2. Drone Ukraina sebelumnya juga menghantam wilayah Lithuania

potret bendera Lithuania (unsplash.com/Alessandro Ricossa)

Sebelumnya, drone Ukraina dilaporkan menghantam wilayah Lithuania pada Senin (23/3/2026) lalu. Saat itu, drone tersebut hanya menghantam danau yang ada di sana. Oleh karena itu, tidak korban jiwa dan kerusakan berarti yang ditimbulkan imbas insiden tersebut.  

"Perang yang diprovokasi oleh agresor Rusia telah membawa kita ke titik ini dengan drone berjatuhan di wilayah ketiga negara Baltik dalam waktu 48 jam," kata Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas, dalam sebuah pernyataan.

"Jelas bahwa pertahanan udara merupakan tantangan bukan hanya di Lithuania, tetapi di seluruh (negara) NATO," tambahnya.

3. Perang Rusia dan Ukraina masih berlanjut

ilustrasi perang Rusia dan Ukraina (pexels.com/Pixabay)

Sebagai informasi, perang antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut. Meski sudah berjalan empat tahun, kedua negara masih saling melakukan serangan hingga saat ini.

Terbaru, Rusia melancarkan serangan ke wilayah Kharkiv, Ukraina. Menurut keterangan otoritas setempat pada Kamis (26/3/2026), serangan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 9 orang lainnya. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia dalam beberapa hari terakhir. 

Untuk mengakhiri perang, Ukraina sebetulnya sudah tiga kali menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan AS sebagai mediator. Pertemuan ke-4 juga sudah digelar beberapa waktu lalu. Namun, semua pertemuan tersebut berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti. Ini membuat konflik antara Rusia dan Ukraina jadi makin alot. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team