Ukraina Desak Sekutu Bantu untuk Serang Pabrik Drone Rusia

- Ukraina melalui perwakilannya di PBB, Andriy Melnyk, mendesak sekutu untuk memberi bantuan senjata guna menyerang pabrik drone Rusia yang kini memproduksi pesawat tanpa awak sendiri.
- Rusia awalnya hanya membeli drone dari Iran, namun kini mampu memproduksi sendiri drone Shahed yang dikenal murah dan memiliki daya ledak besar untuk menggantikan rudal.
- Drone Shahed mulai digunakan secara massal pada 2022 dalam invasi Rusia ke Ukraina, dengan tipe 131 menjadi varian utama berkat bobot ringan dan jangkauan serangan menengah.
Jakarta, IDN Times - Ukraina mendesak sekutunya agar memberi tambahan bantuan senjata untuk menyerang pabrik drone Rusia. Desakan tersebut disampaikan oleh perwakilan tetap Ukraina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Andriy Melnyk, dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (23/3/3026).
Menurut Melnyk, Rusia saat ini sudah bisa memproduksi drone sendiri. Sebab, mereka sudah punya pabrik modern untuk memproduksi pesawat tanpa awak tersebut. Sebagian produksi drone mereka dijual ke Iran.
1. Melnyk menyebut Rusia terlibat dalam perang Iran

Dalam pernyataannya, Melnyk menyebut, meski tidak secara langsung, Rusia juga terlibat dalam perang antara Iran melawan AS dan Israel. Sebab, produksi drone Rusia yang dijual ke Iran digunakan untuk menyerang AS dan Israel.
"Konflik baru-baru ini di Iran telah mengungkapkan betapa eratnya krisis ini terkait dengan invasi militer Rusia dan tujuan imperialistik Kremlin yang jahat," kata Melnyk, seperti dilansir Jerusalem Post.
Oleh karena itu, menurutnya, Ukraina harus menyerang pabrik drone Rusia agar mereka berhenti menyuplai drone untuk Iran. Jika suplai berhenti, maka kekuatan Iran untuk menyerang AS dan Israel serta negara-negara lain di Timur Tengah akan berkurang.
2. Rusia awalnya hanya menjadi konsumen drone dari Iran

Sebagai informasi, Rusia saat ini memang sudah bisa memproduksi drone sendiri. Padahal, mereka awalnya hanya menjadi konsumen drone dari Iran. Namun, seiring berjalannya waktu, Moskow mempelajari drone-drone dari Iran hingga akhirnya berhasil memproduksinya sendiri.
Drone yang biasa diproduksi oleh Rusia adalah drone Shahed. Drone Shahed merupakan jenis drone yang pertama kali dibuat oleh Iran. Drone seharga 20.000 sampai 50.000 dolar AS (Rp337 juta-Rp844 juta) ini diklaim menjadi senjata alternatif termurah untuk menggantikan rudal dalam peperangan.
Sejumlah media kerap menyebut drone Shahed dengan sebutan “Kamikaze Drone” atau ”Suicide Drone”. Sebutan ini diberikan karena drone tersebut punya kekuatan ledakan masif yang bisa memakan banyak korban.
3. Drone Shahed pertama kali digunakan secara massal pada 2022

Drone Shahed pertama kali digunakan secara massal pada 2022. Saat itu, drone tersebut digunakan oleh Rusia untuk menginvasi Ukraina. Oleh karena itu, sejak 2022, Rusia kerap membeli drone Shahed dari Iran untuk menyerang Ukraina.
Drone Shahed punya dua tipe, yakni 131 dan 136. Tipe 131 punya berat 135 kilogram dengan jarak serangan 900 kilometer. Sementara itu, tipe 136 punya berat 200 kilogram dengan jarak serangan 2.000 kilometer.
Tipe drone Shahed yang biasa digunakan oleh Rusia untuk menyerang Ukraina adalah tipe 131. Tipe ini punya berat lebih ringan dan punya jarak serangan lebih pendek dibanding tipe 136.

















