Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Figur Penting Iran Disebut Tewas Diserang Israel, Siapa Saja?
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani (khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Israel mengklaim menewaskan dua tokoh penting Iran, Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani, melalui dua operasi militer terpisah di Teheran yang didasarkan pada intelijen akurat.
  • Pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Israel, sementara televisi nasional menayangkan catatan tangan yang diklaim milik Larijani tanpa bukti pasti ia masih hidup.
  • Larijani sebelumnya menyerukan solidaritas dunia Muslim melawan AS dan Israel, di tengah perang yang telah menewaskan sekitar dua ribu orang serta mengganggu pasokan energi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesIsrael pada Selasa (17/3/2026) menyatakan telah menewaskan dua figur penting Iran lewat dua operasi berbeda. Keduanya adalah Ali Larijani yang menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran serta Gholamreza Soleimani sebagai Komandan Basij, pasukan paramiliter sukarelawan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa Larijani dilenyapkan melalui serangan yang dilancarkan semalam. Di sisi lain, militer Israel melalui platform X menyebut jet tempur mereka melakukan serangan presisi di pusat Teheran sehari sebelumnya berbasis intelijen akurat dari Direktorat Intelijen Militer, yang turut menewaskan Soleimani bersama sejumlah petinggi Basij setelah enam tahun memimpin.

Hingga kini, Iran belum menyampaikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut, baik membenarkan maupun membantah.

1. Televisi Iran siarkan catatan tangan Larijani

Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Televisi pemerintah Iran menayangkan sebuah tulisan tangan yang diklaim berasal dari Larijani. Isi catatan tersebut memuji keberanian 84 pelaut Iran yang gugur akibat serangan rudal dari kapal selam Amerika Serikat (AS) di perairan internasional dekat Sri Lanka.

“Kenangan mereka akan selalu tetap berada di hati bangsa Iran dan kemartiran ini akan memperkuat fondasi tentara Republik Islam selama bertahun-tahun dalam struktur angkatan bersenjata,” isi catatan itu, dikutip dari The Guardian.

Tulisan tersebut juga menyebut pemakaman para pelaut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/6/2026). Namun karena waktu penulisan catatan tak diketahui, dokumen itu belum bisa dijadikan bukti kuat bahwa Larijani masih hidup.

Kemunculan terakhir Larijani di ruang publik terjadi pada pekan lalu saat menghadiri aksi Hari Al-Quds di Teheran bersama Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina.

Jika kematiannya terkonfirmasi, Larijani akan menjadi pejabat Iran paling senior yang gugur dalam konflik ini sejak Pemimpin Tertinggi sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah kerabatnya tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

2. Israel klaim terus hancurkan kepemimpinan Iran

ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim

Israel Katz melalui akun media sosialnya menyatakan para pemimpin rezim Iran terus disingkirkan satu per satu. Ia juga menegaskan bahwa kemampuan militer mereka terus dilemahkan melalui serangan berkelanjutan.

“Larijani dan komandan Basij dihilangkan semalam dan bergabung dengan kepala program penghancuran, Khamenei, serta semua anggota poros kejahatan yang telah dihilangkan, di dasar neraka,” katanya.

Kantor Perdana Menteri Israel menyebut Benjamin Netanyahu telah memerintahkan penghilangan sejumlah pejabat tinggi Iran. Seorang pejabat Israel mengungkapkan rencana serangan terhadap Larijani sempat disiapkan pada malam sebelumnya tetapi ditunda. Informasi intelijen kemudian menunjukkan Larijani berada di apartemen persembunyian bersama putranya saat serangan dilakukan.

Seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa peluang Larijani untuk selamat dari serangan tersebut tidak ada. Klaim ini menunjukkan Israel masih memiliki akses intelijen rinci mengenai lokasi para pemimpin Iran di Teheran, sementara serangan dapat terjadi karena dominasi udara oleh AS dan Israel.

3. Larijani serukan dukungan dunia muslim

ilustrasi kawasan Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

Dilansir dari Al Jazeera, Larijani menyampaikan pesan terbuka kepada negara-negara dengan mayoritas Muslim. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus melawan AS dan Israel.

Dalam pesannya, ia mengutip hadis tentang kewajiban menjawab seruan sesama Muslim. Ia juga mengkritik minimnya dukungan terhadap Iran dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi pengkhianatan.

Larijani turut mempertanyakan keberadaan pangkalan militer AS di negara-negara tersebut. Selain itu, ia membela operasi militer Iran di kawasan yang dinilai melanggar kedaulatan oleh negara-negara Teluk.

Ia kemudian mempertanyakan posisi negara-negara itu. Ia menegaskan bahwa Iran tak berniat menguasai negara lain serta menilai persatuan umat Islam dapat menjamin keamanan, kemajuan, dan kemerdekaan bersama.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran kini memasuki pekan ketiga. Jumlah korban jiwa tercatat sedikitnya mencapai 2 ribu orang. Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup sehingga mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global, sementara sekutu AS menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk membantu membuka jalur tersebut.

Serangan juga dilaporkan menjangkau kota-kota lain di luar Teheran seperti Ahvaz, Isfahan, dan Shiraz. Dalam beberapa jam terakhir, ledakan besar terjadi di berbagai wilayah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team