Israel Klaim Tewaskan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani

- Israel mengklaim telah menewaskan Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran.
- Ali Larijani dikenal sebagai tokoh berpengaruh dalam politik Iran, pernah menjabat Ketua Parlemen tiga periode dan kembali menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional pada 2025.
- Sebelum kabar kematiannya muncul, Larijani terakhir terlihat menghadiri peringatan Hari al-Quds di Teheran dan menyampaikan kritik terhadap serangan serta kebijakan Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengklaim, Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, l tewas di tengah konflik yang terus berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan mengingat posisi Larijani sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur keamanan dan politik Iran. Ia diketahui menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan berperan dalam menentukan strategi negara di tengah konflik.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan atas klaim yang disampaikan oleh pihak Israel tersebut.
1. Sosok berpengaruh dalam politik Iran

Ali Larijani dikenal sebagai figur yang pragmatis dan berpengaruh dalam pemerintahan Iran selama beberapa dekade. Ia lahir pada 1958 di Najaf, Irak, dari keluarga berpengaruh asal Amol.
Larijani berasal dari keluarga yang memiliki posisi penting dalam politik dan keagamaan Iran, bahkan pernah dijuluki sebagai ‘Kennedys of Iran’ oleh majalah Time.
Ayahnya merupakan ulama terkemuka, sementara Larijani sendiri menikah dengan Farideh Motahari, putri dari tokoh dekat pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.
Berbeda dengan banyak tokoh Iran lainnya, Larijani memiliki latar belakang akademik sekuler. Ia meraih gelar di bidang Matematika dan Ilmu Komputer, serta menyelesaikan doktoral dalam filsafat Barat dengan fokus pada pemikiran Immanuel Kant.
2. Karier Larijani di pemerintahan

Setelah Revolusi Iran 1979, Larijani bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelum beralih ke dunia pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan kemudian memimpin lembaga penyiaran negara IRIB.
Pada 2005, ia ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi sekaligus negosiator utama nuklir Iran, sebelum mundur dari posisi tersebut pada 2007.
Larijani kemudian terpilih sebagai anggota parlemen pada 2008 dan menjabat sebagai Ketua Parlemen selama tiga periode berturut-turut. Ia juga berperan penting dalam pengesahan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.
Pada Agustus 2025, ia kembali menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional, menandai kembalinya ia sebagai figur sentral dalam kepemimpinan Iran.
3. Terakhir terlihat saat hadiri Hari al-Quds di Teheran

Sebelum kabar kematiannya mencuat, Larijani sempat terlihat menghadiri peringatan Hari al-Quds di Teheran pada Jumat (14/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pandangannya terkait serangan yang terjadi saat aksi berlangsung.
“Serangan-serangan ini terjadi karena ketakutan, karena keputusasaan. Pihak yang kuat tidak akan mengebom demonstrasi. Jelas bahwa mereka telah gagal,” ujarnya kepada televisi pemerintah Iran.
Larijani juga menyinggung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pernyataannya.
“Trump tidak memahami bahwa rakyat Iran adalah bangsa yang berani, bangsa yang kuat, bangsa yang teguh. Semakin ia menekan, semakin kuat tekad bangsa ini,” katanya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran terkait klaim Israel mengenai kematian Ali Larijani.


















