Jakarta, IDN Times - Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, mengklaim pihaknya sudah memenangkan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026 lalu. Klaim kemenangan itu disampaikan lantaran Negeri Paman Sam bersedia untuk melakukan negosiasi di Pakistan. Selain itu, gencatan senjata selama dua minggu disepakati sejak Selasa (7/4/2026).
"Alhamdulillah, syukur kepada Allah kami ucapkan karena pada hari-hari ini Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam meraih kemenangan atas kekafiran," ujar Boroujerdi ketika menjadi pembicara kunci di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (11/4/2026).
Iran pun belajar dari proses negosiasi terakhir. Mereka menyampaikan sederet persyaratan yang belum pernah dibayangkan oleh Negeri Paman Sam.
Stasiun berita Al Jazeera pada hari ini melaporkan, tim negosiator Iran terdiri dari sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ketua DPR Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sedangkan tim negosiasi AS dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance.
Kedua pihak dilaporkan sudah tiba di Pakistan untuk bernegosiasi. Sebelum terbang ke Pakistan, Vance mengatakan, AS bersedia untuk memperpanjang masa gencatan senjata bila Iran bernegosiasi dengan niat yang baik. Apa saja persyaratan yang disampaikan oleh Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah?
