Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dubes Boroujerdi Klaim Iran Sudah Menang Perang Lawan AS dan Israel
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi ketika menjadi pembicara kunci di Universitas Paramadina. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan negaranya telah memenangkan perang melawan AS dan Israel sejak serangan 28 Februari 2026, ditandai dengan kesediaan AS bernegosiasi di Pakistan.
  • Iran mengakui banyak korban jiwa, termasuk warga sipil dan pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei, namun menegaskan keteguhan mereka untuk tidak tunduk pada tekanan AS maupun Israel.
  • Dalam negosiasi di Pakistan, Iran mengajukan 10 syarat perdamaian seperti pencabutan sanksi, penarikan militer AS dari Timur Tengah, serta pengakuan atas kontrol Iran di Selat Hormuz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Februari 2026

Serangan antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel dimulai. Pada hari yang sama, serangan udara AS menghantam sekolah dasar perempuan di Minab dan menewaskan 180 siswa.

7 April 2026

Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.

11 April 2026

Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan klaim kemenangan atas AS dan Israel dalam pidatonya di Universitas Paramadina, Jakarta Timur.

kini

Tim negosiator Iran dan AS telah tiba di Pakistan untuk memulai pembicaraan damai. Iran menegaskan sepuluh persyaratan utama sebagai dasar kesepakatan perdamaian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menyatakan Iran telah memenangkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel serta mengumumkan adanya gencatan senjata dua minggu dan negosiasi perdamaian di Pakistan.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Dubes Iran Mohammad Boroujerdi. Negosiasi melibatkan pejabat tinggi Iran seperti Mohammad Bagher Ghalibaf dan Abbas Araghchi, serta Wakil Presiden AS JD Vance.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur. Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung di Pakistan.
  • When?
    Klaim kemenangan diumumkan pada Sabtu, 11 April 2026. Perang dimulai sejak 28 Februari 2026, sementara gencatan senjata berlaku sejak Selasa, 7 April 2026.
  • Why?
    Klaim kemenangan disampaikan karena Amerika Serikat bersedia bernegosiasi dan menerima sejumlah persyaratan yang diajukan Iran setelah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
  • How?
    Iran mengklaim berhasil menghancurkan pangkalan udara AS dan melumpuhkan sistem pertahanan Israel. Mereka juga mengajukan sepuluh syarat perdamaian melalui perantara Pakistan untuk mengakhiri konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Duta Besar Iran bilang negaranya sudah menang perang lawan Amerika dan Israel. Sekarang mereka mau bicara damai di Pakistan. Ada jeda perang dua minggu. Banyak orang sedih karena banyak yang meninggal, termasuk anak-anak dan pemimpin Iran. Mereka mau damai kalau Amerika setuju dengan syarat-syarat dari Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan menunjukkan adanya ruang bagi dialog setelah konflik panjang. Kesediaan kedua pihak untuk memperpanjang gencatan senjata mencerminkan upaya menuju stabilitas dan penghentian kekerasan. Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh tinggi dalam tim negosiasi menandakan keseriusan diplomatik yang dapat membuka peluang bagi penyelesaian damai di kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, mengklaim pihaknya sudah memenangkan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026 lalu. Klaim kemenangan itu disampaikan lantaran Negeri Paman Sam bersedia untuk melakukan negosiasi di Pakistan. Selain itu, gencatan senjata selama dua minggu disepakati sejak Selasa (7/4/2026).

"Alhamdulillah, syukur kepada Allah kami ucapkan karena pada hari-hari ini Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam meraih kemenangan atas kekafiran," ujar Boroujerdi ketika menjadi pembicara kunci di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (11/4/2026).

Iran pun belajar dari proses negosiasi terakhir. Mereka menyampaikan sederet persyaratan yang belum pernah dibayangkan oleh Negeri Paman Sam.

Stasiun berita Al Jazeera pada hari ini melaporkan, tim negosiator Iran terdiri dari sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ketua DPR Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sedangkan tim negosiasi AS dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance.

Kedua pihak dilaporkan sudah tiba di Pakistan untuk bernegosiasi. Sebelum terbang ke Pakistan, Vance mengatakan, AS bersedia untuk memperpanjang masa gencatan senjata bila Iran bernegosiasi dengan niat yang baik. Apa saja persyaratan yang disampaikan oleh Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah?

1. Iran membuktikan tidak tunduk terhadap AS dan Israel

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi ketika ditemui di Universitas Paramadina (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Boroujerdi mengatakan, Iran berhasil membuktikan bahwa tidak mudah tunduk terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menggarisbawahi, Negeri Paman Sam keliru bila menganggap Iran akan bertekuk letut usai berperang selama tiga hari.

"Mereka pikir bisa menuntaskan perang dalam kurun waktu dua hingga tiga hari kemudian kembali ke AS untuk merayakan klaim kemenangan itu. Namun, alhamdulillah Iran dapat bertahan hingga hari ke-40," ujar Boroujerdi.

Ia mengatakan, 17 pangkalan udara milik AS dan sekutunya sudah berhasil diporak-porandakan oleh angkatan bersenjata Iran. "Sistem pertahanan Israel juga telah berhasil dilumpuhkan," tutur dia.

Bahkan, Iran juga mengirimkan rudal-rudal ke Israel sebagai bentuk pembalasan karena masih menyerang Palestina. "Kami juga memaksakan supaya Amerika Serikat menerima 10 persyaratan. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS dengan terpaksa dan merasa begitu hina menerima persyaratan tersebut," imbuhnya.

2. Iran sadar perang melawan AS dan Israel menewaskan banyak orang

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Meski begitu, Iran menyadari ada biaya yang mahal yang harus dibayar karena mereka memilih tidak menyerah terhadap AS dan Israel. Korban jiwa yang merupakan warga sipil juga berjatuhan di pihak Iran. Salah satu serangan AS yang mematikan yakni diarahkan ke sekolah dasar khusus bagi siswa perempuan di Minab pada 28 Februari 2026. Sebanyak 180 siswa tewas akibat serangan itu.

"Kami juga kehilangan jenderal-jenderal. Puncaknya kami telah kehilangan pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei, yang saat syahid berusia 86 tahun," tutur dia.

Boroujerdi mengisahkan sosok Ayatollah sebagai pemimpin yang berwawasan tinggi dan berilmu. Banyak buku yang sudah ditulisnya.

"Insyaallah akan menjadi bahan kajian untuk generasi-generasi berikutnya," imbuhnya.

3. Daftar persyaratan yang diminta Iran saat pembicaraan di meja negosiasi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Ini adalah file dari situs web Ali Khamenei, yang menyatakan di footernya, "Semua Konten oleh Khamenei.ir dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0." Via Wikimedia Commons)

Harian Inggris, The Guardian melaporkan Iran baru bersedia mengakhiri serangan militer bila kesepakatan di dalam negosiasi sejalan dengan 10 persyaratan yang pernah mereka sampaikan. Sepuluh poin rencana perdamaian itu telah disampaikan oleh Iran lewat perantara Pakistan. Kemudian mereka meneruskannya ke Gedung Putih.

Rencana perdamaian itu harus mencakup:

  1. Pencabutan sanksi primer dan sekunder terhadap Iran.

  2. Kontrol Iran yang berlanjut terhadap Selat Hormuz.

  3. Penarikan militer AS dari Timur Tengah.

  4. AS mengakhiri serangan terhadap Iran dan sekutunya

  5. Pelepasan aset Iran yang dibekukan.

  6. Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat kesepakatan dalam negosiasi

Sementara, dalam versi yang dirilis dalam Bahasa Farsi, Iran juga menyertakan frasa "penerimaan pengayaan" untuk program nuklirnya. Tetapi, karena alasan yang masih belum jelas, frasa tersebut tidak ada dalam versi bahasa Inggris yang dibagikan oleh diplomat Iran kepada jurnalis.

Editorial Team