Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dubes Palestina Kutuk Israel Cegat GSF 2.0, Doakan WNI yang Diculik
Daftar relawan dan jurnalis tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina. (IDN Times/Istimewa).
  • Dubes Palestina Abdalfatah Alsattari mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menangkap peserta Global Sumud Flotilla, menyebutnya pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan dan hukum internasional.
  • Palestina menyampaikan apresiasi kepada pemerintah serta rakyat Indonesia atas dukungan konsisten terhadap perjuangan Palestina, sekaligus mendoakan keselamatan relawan Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
  • Alsattari menegaskan bahwa kekerasan Israel tidak akan melemahkan semangat rakyat Palestina, justru memperkuat tekad mereka untuk terus bertahan dan memperjuangkan kebebasan tanah airnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tentara Israel menghentikan kapal yang mau bawa bantuan ke Gaza. Di kapal itu ada orang dari banyak negara, juga orang Indonesia. Duta Besar Palestina marah dan bilang itu jahat. Ia berterima kasih pada Indonesia yang selalu bantu Palestina. Sekarang mereka semua masih diawasi dan didoakan supaya bisa pulang dengan selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dubes Palestina menonjolkan semangat solidaritas dan keteguhan dalam menghadapi situasi sulit. Dukungan serta doa bagi relawan Indonesia menunjukkan adanya hubungan kemanusiaan yang erat antara kedua bangsa. Di tengah tekanan, pesan tentang keberanian, rasa terima kasih, dan komitmen terhadap nilai kemanusiaan menjadi cerminan kekuatan moral yang tetap hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel terhadap peserta konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang tengah menuju Jalur Gaza. Palestina menyebut pencegatan dan penangkapan terhadap para relawan sebagai tindakan kriminal yang melanggar nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A. K. Alsattari mengatakan para peserta flotila merupakan aktivis kemanusiaan yang membawa misi solidaritas bagi rakyat Palestina di Gaza.

“Kedubes Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan tentara pendudukan terhadap para peserta Global Sumud Flotilla, yang merupakan para pahlawan pembela hak asasi manusia (HAM), keadilan, dan hukum internasional,” kata Alsattari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap pencegatan armada bantuan kemanusiaan di perairan Mediterania Timur. Dalam misi tersebut juga terdapat sejumlah warga negara Indonesia yang ikut bergabung bersama relawan internasional lainnya.

Alsattari menegaskan Palestina terus memantau kondisi para peserta flotila, termasuk relawan asal Indonesia yang hingga kini sebagian dilaporkan telah ditangkap militer Israel.

1. Palestina sampaikan dukungan untuk relawan Indonesia

armada Global Sumud Flotilla (Codas, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dalam keterangannya, Dubes Palestina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan yang selama ini diberikan kepada perjuangan Palestina. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh masyarakat Indonesia yang dinilai konsisten mendukung rakyat Palestina dalam berbagai situasi.

“Kami senantiasa berdiri bersama seluruh peserta armada ini, khususnya saudara, saudari kami dari Indonesia; dan kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Alsattari.

Menurutnya, keikutsertaan relawan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang besar terhadap warga Gaza yang masih menghadapi blokade dan konflik berkepanjangan.

Pernyataan itu juga muncul ketika pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomatik dan perlindungan terhadap WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

2. Sebut Israel lakukan kejahatan terhadap Palestina

ilustrasi para demonstran di berbagai negara terkait tindakan israel terhadap penolakan masuknya bantuan dari negara-negara bela palestina melalui global sumud flotilla (pixels.com/Alfo Medeiros)

Alsattari mengaku tidak terkejut dengan tindakan militer Israel terhadap armada bantuan internasional. Ia menilai tindakan tersebut sejalan dengan berbagai operasi militer Israel yang selama ini terjadi di Palestina.

“Kami tidak terkejut dengan tindakan tentara Israel yang membantai anak-anak dan wanita hamil di Gaza, menghancurkan rumah warga, merampas tanah rakyat kami di Tepi Barat, menebang pohon, mencuri hasil panen, serta membakar dan menjarah harta benda milik warga Palestina,” katanya.

Ia menyebut berbagai tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang terus dialami rakyat Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Menurut Alsattari, tindakan terhadap peserta flotila kemanusiaan juga menjadi bagian dari upaya Israel menekan solidaritas internasional terhadap Palestina.

Ia menegaskan Palestina tetap akan bertahan di tengah situasi yang terjadi.

3. Palestina tegaskan tak akan mundur

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)

Dubes Palestina menegaskan tindakan Israel tidak akan melemahkan perjuangan rakyat Palestina. Sebaliknya, kata dia, tekanan dan kekerasan justru semakin memperkuat tekad rakyat Palestina untuk bertahan.

“Kami mengecam tindakan zionis. Kejahatan mereka justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta seluruh tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan,” ujar Alsattari.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel terkait penanganan konflik Gaza dan penahanan relawan kemanusiaan internasional.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, sebelumnya juga telah mengecam tindakan Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan mendesak pembebasan seluruh relawan yang ditahan.

Hingga kini, situasi para peserta misi kemanusiaan tersebut masih terus dipantau oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan lembaga internasional.

Editorial Team